Azrea mengungkap masa lalu dunia ini. “Jadi...”(Sena).
“Kakak...selama ini dia telah menanggung segalanya sendirian...”(Azrea).
Azrea menceritakan kehidupannya dan Reo yang sebenarnya. “Semenjak saat
itu...aku belum pernah melihat kakak bisa tertawa lepas sepert
dulu...”(Azrea). Sena terlihat bingung. “Apa? Tapi bukannya saat
itu...”(Sena). “Itu hanya kebohongan.”(Azrea). “!!!”(Sena). Sena tampak
terkejut. “Kakak tau, saat kau bilang kau berasal dari dunia lain, dia
berpikir untuk mencari tau hal yang berkaitan dengan orang itu. Kakak
sebenarnya tidak bermaksud mencurigaimu, karena baginya, kau sudah
seperti saudaranya sendiri, tapi...”(Azrea). Azrea teringat saat dia
bersama Reo di rumah setelah pertengkaran dengan Sena kemarin.
“Kakak...kenapa? Kenapa jadi seperti ini?”(Azrea). “Aku tidak
tau...hanya saja, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kita,
terutama kau.”(Reo). “Lalu, Sena bagaimana? Apa kakak harus berlaku
seperti itu padanya? Dia belum tentu ada kaitannya dengan semua ini,
kan?”(Azrea). Reo terdiam sejenak. “Dia adalah sahabat, bahkan saudara
bagiku...Aku hanya tidak ingin dia mengalami hal yang sama seperti kita.
Sudah cukup dengan apa yang sudah kita alami. Aku hanya tidak ingin dia
terlibat lebih jauh lagi.”(Reo). “Kakak...”(Azrea). Reo meteskan air
matanya. “Mungkin dia memang punya kegelapan itu, tapi...jauh dalam
kegelapan itu, dia masih memiliki hati...sesuatu yang tidak dimiliki
oleh orang itu. Karenanya...aku tidak mau Sena menderita lebih dari
ini.”(Reo).

Sena terlihat
sangat bingung. “Lalu, masalah saat di hutan itu?”(Sena). “Kakak memang
sudah tau itu akan terjadi. Dan saat monster itu tertangkap, kakak
sengaja memanfaatkan kondisi itu untuk membuat kalian bertengkar,
sehingga kau tidak perlu terlibat apapun.”(Azrea). Sena yang mendengar
cerita Azrea hanya bisa terdiam. “Namun, saat kakak mendengar tujuanmu,
dia tau kau pasti akan tetap terlibat, entah itu cepat atau
lambat...”(Azrea). Azrea teringat saat Reo dulu terlihat ceria. “Walau
hanya sebentar...tapi, kakak tau...bahwa kau adalah orang yang
baik...walau pun kau mungkin punya kegelapan yang sama dengan orang itu,
tapi jauh dalam dirimu, kau punya hal yang sangat berharga...sesuatu
yang kakak yakini, akan membawa perubahan, karenanya dia percaya
padamu...bukan sebagai orang yang dia benci...tapi sebagai
saudaranya...”(Azrea). “Azrea...apa aku boleh tanya satu hal?”(Sena).
“Iya...”(Azrea). Sena menatap Azrea dengan serius. “Di mana...orang itu
berada?”(Sena). Azrea terlihat bingung. “Tu...tunggu dulu...apa kau
bermaksud...”(Azrea). “Aku benar-benar tidak bisa memaafkannya! Dia
harus merasakan, rasa sakit dari orang-orang yang sudah dia permainkan
seenaknya! Aku...pasti akan menghancurkannya!”(Sena). “Tapi...dia itu
sangat kuat. Belum pernah ada seorang pun yang mampu
melawannya.”(Azrea). “Kalau begitu...akulah yang akan jadi orang pertama
yang mengalahkannya!”(Sena). Azrea terlihat tercengang melihat ekspresi
Sena yang serius. “Sena...”(Azrea:Dalam Hati).
Tiba-tiba
ada seseorang yang datang mendekati Sena dan Azrea. “Jadi...kau punya
tujuan seperti itu juga rupanya?”(Unknow). Sena dan Azrea menoleh ke
arah asalnya suara itu. “Ternyata, satu orang lagi...sepertinya tahun
ini akan jadi menarik.”(Unknow). “Siapa kau?”(Sena). Azrea terlihat
terkejut dengan kehadiran orang itu. “Ka...kau kan...”(Azrea). “Azrea,
kau kenal dengannya?”(Sena). “Iya, tapi aku tidak menyangka dia akan
kembali...”(Azrea). “Lalu, siapa dia?”(Sena). “Namaku...Krozen, Krozen
Fralakh...mantan panglima daerah Kerajaan Pusat, senang bertemu dengan
kalian.”(Krozen). Sena terlihat agak terkejut.
“Mantan...panglima?”(Sena). “Benar, dia dulu adalah salah satu dari
sepuluh panglima terkuat di dunia ini. Dia sangat hebat, sampai dia
pernah mendapat gelar kehormatan karena kemampuannya.”(Azrea). “Sehebat
itu? Tapi apa yang kau lakukan di sini?”(Sena). Krozen terlihat
tersenyum. “Itu dulu...lama sekali...sampai aku hampir
melupakannya.”(Krozen). “Kenapa? Kau kan kuat, sebenarnya apa yang
terjadi?”(Sena). “Tepat setahun setelah kedatangannya, Lucifer telah
mengubah seluruh sistem tatanan semua kerajaan di dunia ini, dan
merombaknya lalu mengganti dengan yang dia inginkan.”(Krozen). “Itu
artinya kau...”(Sena). “Seluruh prajurit sampai Raja berhasil
dikalahkannya bahkan dibunuhnya seorang diri.”(Krozen). “!!!”(Sena).
“Itu benar...tak ada bedanya dengan orang biasa seperti kami, dia telah
mengubah segalanya.”(Azrea). Krozen menatap Sena. “Tadi kau bilang, kau
ingin mengalahkannya, benarkan?”(Krozen). “Iya...itu benar...”(Sena).
“Apa motivasimu? Kenapa kau ingin melakukan hal yang bisa dianggap bunuh
diri seperti itu?”(Krozen). “Aku...aku ingin melindungi semua orang!
Aku juga ingin tau kebenaran tentang orangtuaku, karena itu, dengan
mengalahkannya, mungkin aku bisa melakukan sesuatu.”(Sena). “Begitu
ya...”(Krozen). Krozen tersenyum mendengar kata-kata Sena tadi. “Kalau
begitu, akan aku uji...seberapa kuat tekadmu itu!”(Krozen). Sang
panglima telah mengakuinya. Ujian kali ini akan memperlihatkan, seberapa
kuatnya tekad Sena.
Sena, Azrea, dan Krozen terlihat berjalan ke suatu tempat. Sena yang
penasaran bertanya pada Azrea. “Hei, kira-kira kau tau, ke mana
kemungkinan dia akan membawa kita?”(Sena). “Itu...aku juga tidak tau.
Kami yang hanya masyarakat biasa tidak di perkenankan menemui warga
kerajaan, kecuali jika ada hal penting atau acara khusus.”(Azrea).
“Seperti itu ya...”(Sena). “Tapi, bukan berarti pihak kerajaan ingin
merahasiakan sesuatu, mereka hanya ingin menjaga otoritas sekaligus
hubungan baik dengan rakyatnya, walau dalam jangkauan terbatas.”(Azrea).
“Kalau begitu, dulu daerah ini pasti sangat berjaya, ya? Kerajaannya
saja punya sistem sebaik itu?”(Sena). “Tidak juga, kerajaan daerah ini
masih terbilang kecil dan muda, karena baru terbentuk setelah adanya
pemecahan wilayah dari kerajaan tetangga sekitar 15 tahun lalu.”(Azrea).
Sena terlihat memikirkan sesuatu. “Oh ya, memang sistem kerajaan
seperti apa yang di anut oleh dunia ini?”(Sena). “Itu...”(Azrea).
“Sistem serikat mungkin lebih cocok.”(Krozen). Sena terlihat agak
bingung. “Serikat?”(Sena). Krozen pun menceritakan sistem di dunia itu.
“Iya, dulu dunia ini hanya dijalankan oleh satu kerajaan utama, tapi
seiring berjalannya waktu, peradaban yang terus maju akhirnya membuat
kerajaan utama memecah dunia ini menjadi wilayah-wilayah independent
dengan kerajaan kecil sebagai penggeraknya. Meski bisa dibilang seperti
pemerintahan bebas, tapi tetap ada hubungan diplomasi dan kerjasama erat
antara semua wilayah dengan kerajaan utama, jadi kehidupan di dunia ini
bisa berjalan dengan baik.”(Krozen). “Begitu...dunia ini memang
benar-benar hebat.”(Sena). “Kalau di duniamu sendiri seperti apa,
Sena?”(Azrea). “Mmmm...rumit. Aku sendiri juga tidak tau cara untuk
menjelaskannya.”(Sena).
Sena, Azrea, dan
Krozen terlihat sampai di suatu tempat. “Kita sudah sampai.”(Krozen).
“Ini kan...”(Azrea). Mereka sampai di depan sebuah tempat yang mirip
dengan sebuah danau yang sangat besar dan luas yang di tengahnya
terdapat sebuah pulau. “Ini kan...
Urteil?”(Azrea). “
Urteil?
Apa itu?”(Sena). “Itu adalah pulau terisolasi yang dikeliling Danau
Trauer. Di sanalah aku akan mengujimu.”(Krozen). Sena terlihat bingung.
“Tunggu dulu, sebenarnya ini tempat macam apa? Kenapa bisa ada pulau di
tengah danau begini?”(Sena). “Dulu, di danau dan pulau itu pernah ada
mitos misterius tentang kekuatan supranatural. Banyak orang yang
menjauhi pulau itu karena takut jika ada sesuatu yang menakutkan.
Karenanya pulau itu jadi misterius.”(Azrea). Mendengar itu, Sena
seketika mulai merinding. “Maksudmu...itu pulau berhantu,
begitu?”(Sena). “Kurang lebih...”(Azrea). Sena sontak terperangah. “Tapi
itu hanya mitos zaman dulu, sejak sistem independent itu dibentuk,
tempat ini menjadi pusat acara utama yang diadakan setiap tahun untuk
mempererat hubungan antar kerajaan.”(Krozen). “Jadi...bukan pulau
hantu?”(Sena). “Bukan kok, aku cuma bercanda. Ternyata kau takut dengan
hal seperti itu ya?”(Azrea). “Tidak lucu tau...”(Sena). “Setiap tahun,
masing-masing kerajaan memilih orang-orang yang menurut mereka mampu
berpartisipasi dalam Olympic Union, yaitu sebuah acara seperti halnya
turnamen perlombaan yang diadakan untuk memilih siapa orang terhebat di
dunia ini.”(Krozen). “Ada acara seperti itu, ya? Wah, pasti
seru!”(Sena). Sena terlihat bersemangat. “Ya, hampir setiap tahun, pasti
muncul orang-orang baru yang hebat, dan akan ada banyak orang yang
melihat turnamen ini.”(Krozen). “Itu artinya, kau juga pernah
ikut?”(Sena). “Tidak, warga kerajaan wilayah mana pun tidak boleh ikut,
karena mereka sudah punya tugas sendiri, yaitu selaku panitia
pelaksana.”(Krozen). “Mmmm...begitu ya...”(Sena). “Namun, sejak
pemerintahan Lucifer, pulau ini kembali menjadi pulau tak berpenghuni
seperti dulu. Ya, tentu saja aku juga sudah tidak mungkin jadi panitia
lagi...”(Krozen). Sena terlihat terdiam.
Krozen
menepuk pundak Sena. “Karena itulah, aku akan mengujimu di sini. Kalau
kau memang ingin mengalahkan Lucifer, kau harus bisa lulus dari setiap
ujianku, mengerti?”(Krozen). Sena langsung tersenyum dengan penuh
semangat. “Baiklah! Aku pasti akan lulus dari ujianmu! Lihat
saja!”(Sena). “Kalau begitu, ujian pertama kita mulai sekarang saja,
ya?”(Krozen). Tiba-tiba Krozen menarik dan melempar Sena ke danau.
“Eh?”(Sena). Sena langsung tercebur dalam danau itu. “Sena!”(Azrea).
Ujian pertama, langkah awal melawan tirani.
Belum ada tanggapan untuk "WRONG LIFE CHAPTER 9 : As A Brother"
Posting Komentar