Reo terlihat merasakan sesuatu, dan tiba-tiba sesuatu terlihat meluncur dari langit menuju arah Reo. Reo dengan cepat mengeluarkan belatinya. “Kalau begini...”(Reo:Dalm Hati). Reo terlihat melompat ke arah datangnya sesuatu itu. Ternyata Reo sedang berhadapan dengan monster yang berbentuk seperti burung yang seukuran manusia. “Akan kuhadapi saja!”(Reo). Monster itu menekan Reo hingga jatuh menghujam tanah. Reo langsung bangkit dan terlihat menjaga jarak. “Gerakannya...”(Reo:Dalam Hati). Monster itu tiba-tiba meluncur dengan cepat ke arah Reo. Reo terlihat kewalahan mengatasi monster itu. “Dia benar-benar sangat cepat!”(Reo:Dalam Hati). Monster itu terus menyerang Reo bertubi-tubi. “Seandainya saja...ada sedikit waktu, pasti...”(Reo:Dalam Hati). Di kelompok dua, Naria terlihat sedang mengawasi jebakan-jebakannya dari sudut tebing. “Dari sini...semuanya bisa terlihat jelas...”(Naria :Dalam Hati). Naria dengan sabar mengawasi setiap gerak-gerik di sekitar jebakan-jebakan tadi. “Mmmmm...”(Naria:Dalam Hati). Naria melihat sesuatu dari kejauhan. “Mungkinkah itu...”(Naria:Dalam Hati). Naria terlihat mengeluarkan sebuah teropong kecil dan mengamatinya. “Apa yang terjadi?”(Naria). Saat sedang mengamati dengan serius, tiba-tiba terjadi gempa. “A...apa-apaan ini?!”(Naria).
Tanah di belakang Naria mulai retak dan longsor. Naria pun jatuh karena kehilangan keseimbangan. “Tidak...mungkin...”(Naria:Dalam Hati). Naria terlihat terkejut. Ternyata sesosok monster ular yang sangat besar muncul dari longsoran tanah tadi. “Ini...gila...”(Naria). Dengan cepat, monster itu berusaha menyerang Naria, namun Naria berhasil menghindar. “Kenapa aku harus berhadapan dengan monster seperti ini dulu?!”(Naria). Naria terlihat berlari menghindar, namun monster itu tetap mengejarnya. “Ini sama sekali tidak berguna! Seandainya...seandainya saja...”(Naria:Dalam Hati). Di kelompok tiga, terlihat Sena dan Alex sedang menghadapi sesuatu. “Apa kau yakin kalau ini adalah perburuan?”(Sena). “Entahlah...mungkin saja ini kebalikannya...”(Alex). Terlihat sesosok makhluk besar sudah ada di hadapan Sena dan Alex. Perubahan keadaan yang besar. Hanya angan-angan yang bisa menyelamatkan mereka dari kematian.

Belum ada tanggapan untuk "If Only and The Prey"
Posting Komentar