
Terlihat dengan perlahan orang itu menarik Putri Alice. “Apa hanya
ini kekuatan seorang putri yang seharusnya melindungi
rakyatnya?”(Unknow). Putri Alice terlihat tidak berdaya di tangan orang
itu. “Tidak kusangka...ternyata dia orang di balik semua ini...”(Putri
Alice:Dalam Hati). Putri Alice terlihat memperhatikan orang itu walau
hampir pingsan. “Seandainya...aku bisa...”(Putri Alice:Dalam Hati).
Tiba-tiba, sebuah sebuah serangan meluncur ke arah orang itu dan Putri
Alice. Orang itu langsung melepas Putri Alice dan terlihat agak menjauh.
“Kelihatannya kali ini tidak akan mudah...”(Unknow). Terlihat seseorang
datang mendekati Putri Alice. “Kau...”(Putri Alice). Orang itu terlihat
memberikan sesuatu pada Putri Alice. “Mungkin ini tidak seberapa, tapi
semoga saja ini bisa meringankan rasa sakitnya...”(Unknow 2). “Tidak ku
sangka kau akan ada di kelompok ini juga...”(Unknow). Ternyata orang
yang datang adalah Redolf. “Aku sudah tau apa yang akan kau incar...dan
tak kan kubiarkan kau melakukannya...”(Redolf). Dan orang yang telah
menyerang Putri Alice adalah Stevan. Stevan terlihat tersenyum.
“Sepertinya babak ini akan jadi lebih menarik...”(Stevan). Di kelompok
satu, terlihat Reo sedang berlari. “Sebaiknya aku harus
bergegas!”(Reo:Dalam Hati). Reo terus berlari menyusuri setiap bangunan.
“Gawat!”(Reo:Dalam Hati).
Reo terlihat merasakan sesuatu,
dan tiba-tiba sesuatu terlihat meluncur dari langit menuju arah Reo.
Reo dengan cepat mengeluarkan belatinya. “Kalau begini...”(Reo:Dalm
Hati). Reo terlihat melompat ke arah datangnya sesuatu itu. Ternyata Reo
sedang berhadapan dengan monster yang berbentuk seperti burung yang
seukuran manusia. “Akan kuhadapi saja!”(Reo). Monster itu menekan Reo
hingga jatuh menghujam tanah. Reo langsung bangkit dan terlihat menjaga
jarak. “Gerakannya...”(Reo:Dalam Hati). Monster itu tiba-tiba meluncur
dengan cepat ke arah Reo. Reo terlihat kewalahan mengatasi monster itu.
“Dia benar-benar sangat cepat!”(Reo:Dalam Hati). Monster itu terus
menyerang Reo bertubi-tubi. “Seandainya saja...ada sedikit waktu,
pasti...”(Reo:Dalam Hati). Di kelompok dua, Naria terlihat sedang
mengawasi jebakan-jebakannya dari sudut tebing. “Dari sini...semuanya
bisa terlihat jelas...”(Naria :Dalam Hati). Naria dengan sabar mengawasi
setiap gerak-gerik di sekitar jebakan-jebakan tadi.
“Mmmmm...”(Naria:Dalam Hati). Naria melihat sesuatu dari kejauhan.
“Mungkinkah itu...”(Naria:Dalam Hati). Naria terlihat mengeluarkan
sebuah teropong kecil dan mengamatinya. “Apa yang terjadi?”(Naria). Saat
sedang mengamati dengan serius, tiba-tiba terjadi gempa. “A...apa-apaan
ini?!”(Naria).
Tanah di belakang Naria mulai retak dan
longsor. Naria pun jatuh karena kehilangan keseimbangan.
“Tidak...mungkin...”(Naria:Dalam Hati). Naria terlihat terkejut.
Ternyata sesosok monster ular yang sangat besar muncul dari longsoran
tanah tadi. “Ini...gila...”(Naria). Dengan cepat, monster itu berusaha
menyerang Naria, namun Naria berhasil menghindar. “Kenapa aku harus
berhadapan dengan monster seperti ini dulu?!”(Naria). Naria terlihat
berlari menghindar, namun monster itu tetap mengejarnya. “Ini sama
sekali tidak berguna! Seandainya...seandainya saja...”(Naria:Dalam
Hati). Di kelompok tiga, terlihat Sena dan Alex sedang menghadapi
sesuatu. “Apa kau yakin kalau ini adalah perburuan?”(Sena).
“Entahlah...mungkin saja ini kebalikannya...”(Alex). Terlihat sesosok
makhluk besar sudah ada di hadapan Sena dan Alex. Perubahan keadaan yang
besar. Hanya angan-angan yang bisa menyelamatkan mereka dari kematian.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "If Only and The Prey"
Posting Komentar