Stevan terlihat mendekati Redolf dan Putri Alice yang seakan tidak bisa bergerak. “Kalau kau ingin tau...maka hanya ada satu hal yang bisa aku katakan padamu...”(Stevan). Raut wajah menyeramkan terpancar dari Stevan yang semakin membuat Redolf dan Putri Alice tegang. “Di event ini...tidak pernah ada aturan untuk tidak boleh membunuh sesama peserta...kau tentu tau hal itu, kan?”(Stevan). Putri Alice seketika teringat di saat Fiona membunuh salah satu peserta untuk menolongnya. “Selama itu masih dalam babak, maka membunuh itu diperbolehkan...itulah hak istimewa yang tidak pernah tertulis ataupun tersiar, dan hanya para peserta yang berpengalaman di dunia hitam saja yang tau soal ini.”(Stevan). Putri Alice seakan tidak mampu berkata apa-apa dengan apa yang baru saja didengarnya. “Itu artinya...event ini...”(Putri Alice:Dalam Hati). “Ini semua hanyalah rekayasa semata...”(Stevan). Redolf terlihat emosi. “Apa itu artinya, kau juga yang telah melakukan kejadian sewaktu di pelayaran itu?”(Redolf). Stevan terlihat berbalik dan akan pergi. “Mmmmm...entahlah, siapa yang tau?”(Stevan).
Stevan terlihat pergi meninggalkan Redolf dan Putri Alice. “Anda tidak apa-apa?”(Redolf). “Ya...aku baik-baik saja...”(Putri Alice). Putri Alice terlihat berusaha bangkit. “Kalau anda masih belum kuat, sebaiknya anda istirahat saja dulu.”(Redolf). “Tapi, jika aku tidak segera mendapatkan monster-monster itu, aku akan...”(Putri Alice). Tiba-tiba, Putri Alice terjatuh, namun berhasil ditangkap oleh Redolf. “Lihat, tubuh anda belum sepenuhnya pulih...”(Redolf). “Tapi...aku...”(Putri Alice). Redolf terlihat memperhatikan Putri Alice yang berusaha keras untuk bangkit. “Kalau begitu, saya akan menemani anda sampai anda benar-benar pulih.”(Redolf). “Tidak perlu, itu hanya akan membuat anda tidak bisa berburu...”(Putri Alice). “Tenang saja, kalau masalah itu, bisa saya pikirkan nanti, lagipula saya juga tidak terlalu pandai dalam hal berburu.”(Redolf). Putri Alice terlihat memperhatikan Redolf. “Yang penting sekarang adalah bagaimana caranya anda untuk segera pulih, jadi untuk sementara, anda tidak perlu memikirkan hal yang lainnya.”(Redolf). Putri Alice terdiam sejenak. “Iya...terima kasih banyak...”(Putri Alice). Matahari mulai terbenam, dan hari terlihat mulai gelap. Di kelompok tiga, terlihat Sena sedang beristirahat di bawah pohon di pinggir pantai sambil menyalakan api unggun. “Sepertinya, untuk hari ini sudah cukup, selanjutnya beristirahat sambil memikirkan rencana untuk besok.”(Sena). Senja di hari pertama. Perburuan selama tujuh hari di tanah tak bertuan.
Di suatu tempat, terlihat Krozen sedang berjalan-jalan. “Kelihatanya...ini akan jadi tantangan yang berat bagi mereka berdua...tapi...”(Krozen:Dalam Hati). Krozen terlihat berhenti dan mengamati sekelilingnya. “Tempat ini...benar-benar tidak pernah berubah, bahkan sejak kejadian waktu itu...”(Krozen:Dalam Hati). Saat sedang memperhatikan sekeliling, terlihat seseorang datang dari kejauhan. “Siapa itu?”(Krozen:Dalam Hati). Orang itu terlihat mendekati Krozen. “Orang itu...sepertinya aku kenal...”(Krozen:Dalam Hati). “Lama tidak bertemu...Krozen...”(Unknow). Krozen yang mengatui orang itu langsung terkejut. “Ka...kau...”(Krozen). Ternyata orang yang datang adalah Melven. “Kau benar-benar tidak berubah sama sekali ternyata.”(Melven). “Pa...Panglima Melven...”(Krozen). Melven terlihat berdiri di samping Krozen. “Bukannya kau juga seorang panglima?”(Melven). “Meskipun begitu, tetap saja kau jauh lebih senior dan berpengalaman daripada aku, jadi rasanya tidak enak saja...”(Krozen). Melven terlihat tersenyum. “Kau memang masih lugu seperti dulu...tapi, aku sekarang sudah tidak pantas lagi menyandang gelar itu...”(Melven). Krozen terlihat menunduk. “Begitu ya...aku juga...merasakan hal yang sama...”(Krozen).
Di puncak kuil, terlihat Ketua Panitia sedang duduk sambil mengamati pemandangan bulan purnama yang sangat terang. “Bulan malam ini memang sangat indah...”(Ketua Panitia). Terlihat Ketua Panitia mengeluarkan sesuatu. “Kelihatannya semua berjalan baik...”(Unknow). Terlihat seseorang berdiri di belakang Ketua Panitia. “Ternyata anda datang ke tempat ini.”(Ketua Panitia). Ternyata orang yang datang adalah Raja Lucifer. “Dengan momen yang semakin dekat ini, tidak mungkin aku bisa duduk santai di singgasanaku yang membosankan itu.”(Lucifer). “Tapi, anda tidak perlu khawatir, akan kami pastikan semuanya tidak meleset dari rencana awal.”(Ketua Panitia). Raja Lucifer terlihat tersenyum kegirangan. “Aku benar-benar tidak sabar...semakin cepat, maka akan semakin bagus.”(Lucifer). Lucifer terlihat memperhatikan benda yang digenggam oleh Ketua Panitia. “Ternyata, kau masih membawa benda itu rupanya?”(Lucifer). “Tentu saja, benda ini...satu-satu benda yang akan membuat rencana kita berjalan tanpa halangan.”(Ketua Panitia). “Boleh juga...ternyata memang tidak sia-sia aku telah merekrutmu selama ini. Kau memanglah orang yang sangat tepat dalam hal ini.”(Lucifer). “Ini...masih permulaan...Yang Mulia...”(Ketua Panitia).
Kembali ke tempat Krozen. Terlihat Krozen dan Melven sedang duduk di sebuah kursi taman. “Jadi...hal yang selama ini aku dengar memang benar?”(Melven). “Ya, dia masih hidup...bahkan, sekarang dia telah menjadi lebih kuat dari yang kita kira.”(Krozen). “Begitu ya...syukurlah...”(Melven). “Lalu, tentang pemuda yang kau latih itu, tidak kusangka kau mau terlibat dalam hal ini setelah kejadian waktu itu?”(Krozen). “Pada awalnya, aku memang tidak mau melakukannya, namun dia sangat keras kepala. Dan yang membuatku kagum dari anak itu...adalah semangatnya yang tidak mengenal batas. Dia benar-benar...mengingatkanku pada diriku yang dulu...”(Melven). Krozen sejenak teringat dengan Sena. “Anak yang ku temui juga...dia mungkin sama seperti anak yang kau latih.”(Krozen). Melven terlihat memperhatikan bulan purnama. “Rasanya...seperti takdir saja. Siapa sangka mereka ada di dunia ini.”(Melven). “Tapi...merekalah yang akan mengubah masa depan dunia ini...aku percaya itu...”(Krozen). Sang Veteran yang perlahan menghilang. Di balik sinar bulan, para petinggi telah bertindak.

Belum ada tanggapan untuk "Gloomy Aura and Full Moon"
Posting Komentar