Beranda · Menu · Menu 1 · Menu 2

WRONG LIFE CHAPTER 6 : We Are Your Family


Matahari terlihat mulai meninggi. Hari itu Sena baru saja terbangun di sebuah kamar. Terlihat seseorang mengetuk pintu kamar Sena. “Ma...maaf, apa kau sudah bangun?”(Unknow). “Oh, ya.”(Sena). “Itu...kamar mandinya...bisa kau pakai sekarang, la...lalu setelah itu ayo kita sarapan bersama.”(Unknow). “Baiklah.”(Sena). Sena pun beranjak keluar dan menuju kamar mandi. Rumah bergaya sederhana yang ditempati Sena saat ini adalah rumah Reo dan adik perempuannya Azrea Larchcriel yang tadi membangunkan Sena. Selesai mandi, Sena pun menuju ke ruang makan. “Pagi, Sena.”(Reo). “Pagi.”(Sena). “Bagaimana istirahatmu?”(Reo). “Ya, aku tertidur cukup pulas juga.”(Sena). Azrea yang sedari tadi memasak akhirnya menghidangkan makanan. “Ini, sarapannya sudah siap.”(Azrea). “Iya, terima kasih.”(Sena). “Ngomong-ngomong, Sena, pakaian yang dibuatkan Azrea pas juga denganmu.”(Reo). “Ya begitulah, aku juga suka dengan modelnya, terlihat cocok denganku. Terima kasih ya, Azrea.”(Sena). Azrea terlihat agak malu. “I...iya...bukan apa-apa kok...”(Azrea). “Kalau begitu, ayo kita makan sekarang, selagi masih hangat.”(Reo). Mereka terlihat menikmati sarapan mereka. “Hei Azrea, sedari tadi aku perhatikan, kau menunduk terus, memang ada apa?”(Sena). “Ah...dia itu memang seperti itu, kalau ada orang asing berkunjung ke rumah, dia pasti jadi malu begitu.”(Reo). “Kakak! Jangan katakan yang tidak-tidak, ah! A...aku kan cuma...”(Azrea). “Tuh kan...apa yang kubilang.”(Reo) “Kakak...!”(Azrea).

Sena yang melihat Reo dan Azrea jadi teringat dengan saat dia dulu bercanda bersama Yuki. Tanpa sadar, Sena meneteskan air mata. “Hei Sena, kau kenapa?”(Reo). “Eh, tidak, hanya saja...melihat kalian berdua yang bisa bercanda seperti itu, benar-benar membuatku rindu dengan kakakku.”(Sena). Reo pun menepuk pundak Sena. “Bukannya sudah kubilang, mulai sekarang, aku dan Azrea adalah keluargamu juga, begitu pun teman-temanmu yang sekarang sedang menunggumu di dunia sana. Benar kan, Azrea?”(Reo). “Ah...i...iya...”(Azrea). Sena terlihat tersenyum sambil mengusap air matanya. “Terima kasih...Reo...Azrea...”(Sena). “Nah, bagaimana kalau setelah ini, kita jalan-jalan? Aku akan mengenalkan dunia ini lebih dekat.”(Reo). “Kedengarannya menarik. Azrea, bagaimana kalau kau juga ikut?”(Sena). “Ah...itu...aku harus pergi untuk mencari bahan makanan untuk nanti malam.”(Azrea). “Begitu ya...”(Sena). “Baiklah, ayo kita berangkat!”(Reo). Sena dan Reo terlihat pergi menjelajahi banyak tempat. “Benar-benar berbeda dari tempatku.”(Sena). “Tenang, ini masih belum seberapa. Masih banyak hal yang menarik kok.”(Reo).

Sena dan Reo terlihat menuju hutan tempat di mana mereka pertama bertemu. Reo terlihat mencari sesuatu. “Kau sedang mencari apa?”(Sena). “Itu...aku sedang mencari ranting yang cukup besar dan kuat.”(Reo). Sena pun memperhatikan ke segala arah dan terlihat menemukannya. “Hei Reo, di sini ada.”(Sena). “Di mana?”(Reo). Reo pun mengambil dua belah ranting. “Bagus, dengan ini kita bisa mencari umpan.”(Reo). “Umpan? Untuk apa?”(Sena). “Nanti akan kuberitau. Ayo, sekarang ikut aku.”(Reo). Sena dan Reo terlihat pergi mengelilingi hutan. Reo terlihat sedang mencari sesuatu di tanah. “Mana ya?”(Reo). “...”(Sena). Reo terlihat menemukan seseuatu, seperti gundukkan tanah. “Ketemu!”(Reo). Reo pun melumuri ranting tersebut dengan sesuatu lalu menancapkannya ke dalam gundukkan tanah itu. “Kau sedang apa?”(Sena). “Ssssttt...jangan beriisik dulu, nanti bisa kabur.”(Reo). “Kabur?”(Sena). Reo terlihat merasakan sesuatu dan menarik dengan cepat ranting itu. “Kena!”(Reo). Reo terlihat mendapatkan semacam binatang aneh mirip serangga dan setengah tikus tanah. “Makhluk apa itu?”(Sena). “Hehehe...ini adalah umpan kita untuk berburu.”(Reo). “Dengan makhluk ini? Memang kita akan berburu apa?”(Sena). “Monster...”(Reo). “Eh?”(Sena). “Kalau segini tidak akan cukup, ayo kita cari lebih banyak!”(Reo). “Apa?”(Sena:Dalam Hati). Mereka berdua mulai mencari makhluk itu lebih banyak. Petualang bersama sahabat baru di dunia yang asing. Perburuan monster dimulai!

Reo mengajak Sena melakukan perburuan monster. Mereka terlihat berjalan menyusuri hutan. Reo terlihat membawa sekarung penuh umpan. “Dengan umpan sebanyak itu, memangnya seperti apa monster yang akan kita tangkap itu?”(Sena). “Ya, aku sendiri juga belum terlalu tau sih.”(Reo). “Hah? Jadi itu artinya, kau sama sekali belum tau makhluk apa yang akan kita buru?”(Sena). Reo terlihat tertawa. “Bisa dibilang begitu.”(Reo). “Lalu, bagaimana kau bisa berburu makhluk yang sama sekali belum kau tau dengan seyakin itu?”(Reo). “Sebenarnya, banyak orang yang telah membicarakan makhluk itu, namun konon katanya, tidak ada satu pun yang berhasil menangkapnya, bahkan melihat rupa makhluk itu pun sampai saat ini belum ada yang tau.”(Reo). “Kalau begitu, kenapa kau juga ikut-ikutan?”(Sena). Reo terlihat berpikir. “Aku hanya penasaran saja. Orang-orang bilang, dia itu makhluk yang luar biasa, karena itulah aku memutuskan untuk menjadi orang pertama yang berhasil menangkapnya.”(Reo). “Seperti itu ya...”(Sena). Sena memperhatikan Reo, dan perlahan teringat dengan sifat Tora yang sama dengan Reo. “Walau belum lama aku di sini...rasanya...seperti di rumah...aku jadi kangen...”(Sena:Dalam Hati). Setelah berjalan cukup lama, Sena dan Reo pun sampai di depan sebuah gua yang cukup besar. “Kita sampai.”(Reo). “Wah, gua ini besar juga. Kau yakin dia ada di sini?”(Sena). “Tidak salah lagi, aku bisa merasakannya kok.”(Reo). “Percaya diri sekali dia...”(Sena:Dalam Hati).

Reo terlihat menyiapkan umpan. “Baik, sekarang tinggal tunggu hasilnya saja. Ayo kita sembunyi.”(Reo). “Iya.”(Sena). Sena dan Reo terlihat bersembunyi di balik semak-semak sambil memperhatikan umpan mereka dari kejauhan. “Kau yakin akan berhasil?”(Sena). “Setidaknya sih begitu, soalnya beberapa orang yang menggunakan umpan itu, kebanyakan hampir bisa mendapatkannya.”(Reo). “Kalau bisa seperti itu, kenapa tidak ada yang bisa menangkapnya? Kan itu berarti umpannya bekerja dan dia pasti akan lengah kan? Bukannya akan jadi mudah kalau menangkapnya dalam kesempatan itu?”(Sena). “Kau memang benar, tapi ada masalahnya kenapa mereka tidak bisa menangkapnya...”(Reo). “Eh?”(Sena). Terlihat ada sesuatu yang bergerak dari dalam gua. “Maksudmu apa?”(Sena). “Maksudku adalah...”(Reo). Sebuah makhluk aneh campuran antara harimau, srigala, dan musang yang memiliki tubuh yang cukup besar dan taring yang panjang akhirnya keluar dari gua itu. “Mereka tidak akan pernah bisa menangkapnya, karena mereka pasti akan mati setelah melihat makhluk itu.”(Reo). “Apa?!”(Sena). Monster itu terlihat merasakan keberadaan Reo dan Sena yang bersembunyi dibalik semak-semak. “Wah, kelihatannya mulai gawat.”(Reo). Reo terlihat tenang, sedangkan Sena terlihat sangat panik. “Mulai? Ini sudah sangat gawat tau! Dia sudah tau keberadaan kita!”(Sena).

Dengan kecepatan yang luar biasa, monter itu berlari ke arah Sena dan Reo. “Sial!!”(Sena). Reo terlihat tertawa kecil. Monter itu pun langsung menyerang, namun Reo dan Sena mampu menghindarinya dengan cepat. “Hampir saja.”(Reo). “Ini gawat! Dia kelihatannya bukan hanya besar, tapi juga cepat.”(Sena). “Pengamatanmu boleh juga, ya.”(Reo). Monster itu kembali menyerang, namun lagi-lagi Reo dan Sena mampu menghindarinya. “Reflek yang bagus.”(Reo). “Ini bukan waktunya untuk memuji!”(Sena). Monster itu terus menyerang berkali-kali. “Hei Sena, tolong kau urus bagian kanan, ya. Biar aku yang akan menjadi umpan. Kalau ada kesempatan, segera lumpuhkan dia.”(Reo). Sena terlihat panik bercampur kesal. “Jangan bicara seenaknya! Lagipula, umpan yang sudah kita cari sedari tadi itu berarti tidak ada gunanya, kan?”(Sena). Reo dengan cepat memancing perhatian monster itu menuju ke arahnya. “Hei! Reo!”(Sena). Reo terlihat tersenyum, lalu berhasil menyerang bagian leher monster itu hingga tersungkur mundur. “Sekarang Sena! Gunakan talinya!”(Reo). Sena yang melihat itu hanya bisa terperangah. “Eh, ba...baik...”(Sena). Dengan cepat, Sena berhasil mengikat monster itu. Reo pun mendekati Sena dan menepuk pundaknya. “Kerja bagus!”(Reo). Sena terlihat setengah tidak percaya. “I..iya...”(Sena). “Nah, dengan ini...kita telah berhasil menangkapnya!”(Reo). Perburuan monster hutan yang misterius telah berhasil. Kerjasama tim yang kompak telah membuahkan hasil.

Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "WRONG LIFE CHAPTER 6 : We Are Your Family"

Posting Komentar