Beranda · Menu · Menu 1 · Menu 2

WRONG LIFE CHAPTER 1 : 2 Legend


KedatanganRyuto yang mengejutkan. Semua yang ada di sana terlihat terkejut, terutamaSena. “Ke...kenapa...dia...??”(Sena:Dalam Hati). Ryuto terlihat mengacungkan Skarb miliknya kearah Kira. “Darisetiap orang yang aku temui, kau salah satu tipe orang yang tidak mudah untukdibaca, sama denganku.”(Kuroda). “Benar begitu, aku terkesan...”(Ryuto). “Jadikau di pihaknya?”(Kira). Sena yang melihat itu, mulai terlihat bingung. “Kenapaharus di saat seperti ini??”(Sena:Dalam Hati). Sena pun berlari ke arah Kira danRyuto. “Sena!Percuma saja!”(Suto). Baru beberapa langkah, Sena sudah dihentikan oleh Moku. Namun,dengansigap Sena kembali mundur dan menjaga jarak. “Kalau begini terus...”(Sena). “Tenangkandirimu, urusan kita adalah dengan mereka berdua, biarkan yang di sana diatasioleh Kira. “Tapi, Kira melawan tiga orang sekaligus! Dia tak akanmungkin...”(Sena). “Jadi, kau tidak percaya padanya?”(Suto). Senaterdiam sejenak. “Bukanitu maksudku. Hanya saja, melawan tiga orang sekaligusseperti itu, akan mustahil baginya untuk menang.”(Sena). “Bukankah sudah kubilang,percayakan saja padanya. Seperti dia percaya pada kitadi sini. Dia memang tidak berniat untuk menang, tapi dia juga bukan tipe orangyang akan menyerah semudah itu.”(Suto). “Kau...”(Sena).
Dikejauhan, Hana dan yang lainnya terlihat cemas dengan keadaan Sena dan yanglainnya. “Tak perlu khawatir, dia itu kuat...kalian tau itu,kan?”(Kouta). Hana da yang lainnya terlihat terdiam. “Ah...itubenar...”(Hana:Dalam Hati). Kembali ke pertarungan. Kira terlihat terjebak olehtiga orang di sekelilingnya. “Ini memang buruk. Tak ku sangka dia akan datangjuga.”(Kira:Dalam Hati). Tanpa peringatan, Ryuto tiba-tiba menyerang Sagura danmerobohkannya dalam sekejap. Kira, bahkan Sena dan Suto yangberada di agak jauh terlihat terkejut melihatnya. “Jangan salahpaham...”(Ryuto).


 Dengan cepat, Ryuto langsung menyerang  Kuroda dengan kekuatan yang dahsyat, hinggamenimbulkan ledakan yang cukup besar. “Kalau kau memang tidak maumembunuhnya...setidaknya katakan itu dari awal dan pulanglah, karena yang akanmembunuhnya...adalah aku...”(Ryuto). Seluruh area itu terselimuti asap ledakan.“Apa yang dia pikirkan sebenarnya? Bukankah diaadalah anak buahnya Kuroda?”(Sena:Dalam Hati). “Kurasa, ini akan jadi lebihrumit dari yang ku kira.”(Kira:Dalam Hati). Sesaat kemudian, tiba-tiba Ryutomendapat serangan mendadak yang berhasil menembus bahu kirinya.“Sial!!”(Ryuto:Dalam Hati). Ryuto pun terdorong jauh hingga jatuh tersungkurdengan luka di bahu kirirnya. “Kau memang hebat, berani mengambil langkahse-ekstim itu...”(Kuroda). Ternyata serangan itu berasal dari Moku yangsebelumnya sudah tumbang. “Mustahil! Seharusnya dia...”(Ryuto:DalamHati). “Tapiaku sudah tidak tertarik denganmu...”(Kuroda)

 Kira dengan satu tebasan, berhasil menikamMoku hingga kembali tidak bergerak. “Dia bukan lagi manusia...kau pasti sudahmengetauinya, kan?”(Kira). “Kau...”(Ryuto). Kirapun terlihat bersiaga. “Dia sekarang sudah tidak akan bisa bergerak lagi, begitu juga kau.Jadi diamlah di situ.”(Kira). “Hei! Tunggu dulu!”(Ryuto). Kiraterlihat melangkah mendekati Kuroda. “Terima kasih sebelumnya, karena kau, aku jadisadar akan sesuatu...”(Kira). “Apa??”(Ryuto:Dalam Hati). Kira terlihat mengeluarkansesuatu. “Akhirnya kau menggunakannya juga, aku sudah lelah menunggu.”(Kuroda).“Aku memang belum sungguh-sungguh sebelumnya, tapi kini akan ku ambil resikoitu.”(Kira). Dengan cepat Kira menggabungkan sesuatu pada Skarb miliknya yang kemudian berubah. “Final Level...Sanctuary.”(Kira). Seketika seluruh tempat itu terasaseperti diselimuti oleh kekuatan yang sangat besar. “Heh...ini benar-benarmembuatku gila...”(Kuroda). Dalam sekejap, Kuroda juga mengeluarkan kekuatanyang mengerikan. “Kali ini, aku bertarung bukan demi masa lalu, tapi demi masadepan.”(Kira). “Kalau begitu, cukup kuhancurkan saja...”(Kuroda). Dua kekuatanitu saling melawan satu sama lain, hingga menimbulkan tekanan padasekelilingnya. “Apa-apaan ini?”(Sena). “Itulah Kira yang sebenarnya...”(Suto).“...”(Sena). Tiba-tiba, Moku dan Karasu yang semula berhadapan sengit denganSena dan Suto langsung berubah jadi debu. “Kenapa ini? Kenapa mereka?”(Sena).“Bukannya sudah kubilang, mereka itu bukan lagi manusia, mereka hanya mayathidup.”(Suto). “!!!”(Sena). “Pertarungan kali ini, adalah penentuan yangterakhir...Sang Emperor melawan The Crused.”(Suto). Dua kekuatanlegendaris telah dikobarkan. Penentuan dan akhir dari segalanya.

Pertarungan terakhir antara Kira dengan Kuroda, Sena sampai tidak mampu mengatakan apa-apa melihat dahsyatnya kekuatan keduanya. “The Emperor dan The Crused??”(Sena). “Ini sudah di luar jangkauan kita, kita tidak akan ada bedanya dengan anak buah Kuroda tadi jika kita terus berada di dekat mereka yang sekarang.”(Suto). “Aku sama sekali belum pernah melihat yang seperti ini, sebenarnya kekuatan macam apa yang mereka punya?”(Sena). Sut terdiam sejenak. “Mereka sudah bukan lagi Hyper biasa, mereka sudah mencapai tingkat yang jauh berbeda...”(Suto). Dengan satu tebasan yang bersamaan, Kira dan Kuroda membuat ledakan yang sangat besar, dan sampai mencapai radius sangat jauh. “Ukkkhh...Ini memang tidak main-main, dengan kekuatan sebesar ini, mereka pasti akan mengahancurkan tempat ini dalam sekejap.”(Sena:Dalam Hati). “Sebaiknya kau bawa anak itu juga. Dengan luka seperti itu, tidak akan mungkin baginya untuk menghindari gelombang yang selanjutnya.”(Suto). Kira dan Kuroda bertarung dan terbang di udara, mereka mengeluarkan setiap teknik terbaik mereka. “Sama seperti waktu itu...kau memang satu-satunya orang yang mampu mengimbangiku.”(Kuroda). “Aku rasa begitu.”(Kira). Mereka berdua terus bertarung dengan sengit. Sena terlihat mendekati Ryuto. “Kenapa kau ke sini?”(Sena). “Sudah, jangan banyak tanya!”(Sena). Sena pun membopong Ryuto menjauh dari tempat itu. Sena pun sampai di tempat Suto, dan melihat pertarungan Kira dan Kuroda di udara. “Mereka terbang!”(Sena). Terlihat Suto merobek kain bajunya dan membalut luka di lengan Ryuto. “Istirahatlah...Kau sudah melakukan hal yang tepat...”(Suto). “Kenapa?”(Ryuto:Dalam Hati). “Kau tau...kenapa mereka mendapatkan julukan mereka?”(Suto). “Kenapa?”(Sena).

Suto mulai menceritakan semua pada Sena dan Ryuto. “Kira adalah seorang Hyper biasa, namun dia punya bakat terpendam yang membuatnya mampu berkembang lebih cepat dari Hyper rata-rata. Dia juga mampu menguasai berbakai teknik khusus dan dia memiliki Skarb yang terbilang langka. Dia bahkan pernah dijuluki sebagai “Reinkarnasi Sang Emperor”, karena kemampuan dan kekuatannya yang menyamai Sang Emperor.”(Suto). “Lalu, siapa itu Sang Emperor?”(Sena). “Tidak ada yang tau pasti, tapi yang kebanyakan Hyper tau, dia adalah seorang Hyper terkuat yang telah berulang kali terlibat dalam kejadian penting di masa lalu.”(Suto). “Begitu rupanya...”(Sena). “Tapi sampai saat ini, tidak ada yang tau tentang orang itu. Entah itu makam atau petunjuk apapun sama sekali tidak menyebutkan tentang keberadaanya.”(Suto). “Seperti hilang ditelan bumi?”(Sena). “Benar, tapi beberapa tahun lalu, ada sebuah kelompok Hyper yang mengincar, tipe kekuatan khusus, seperti milik Kira. Mereka telah mengumpulkan para Hyper kelas atas sebagai anggota. Dan pemimpinnya adalah Mitzuo Kuroda...”(Suto). Ryuto terlihat terdiam mendengar cerita Suto. “Jadi, memang benar ini adalah buntut panjang dari persoalan di masa lalu?”(Sena). “Ya...dan Domination State adalah puncak dari segalanya waktu itu. Sebenarnya, Kuroda melakukan hal itu untuk melepaskan sebuah kutukan dalam dirinya, namun Kira adalah kunci dari apa yang dia cari. Kubu kami berperang habis-habisan melawan mereka demi melindungi semuanya. Kami tau, jika Kuroda berhasil, mungkin hal yang terjadi akan jadi lebih buruk.”(Suto). “Karena itu, dia mendapat julukan itu?”(Sena).
Pertarungan antara Kira dan Kuroda terlihat mulai berat sebelah. Kira sudah terlihat kelelahan dengan banyak luka di sekujur tubuhnya. “Ini benar-benar lebih berat dari yang kuduga.”(Kira:Dalam Hati).

 “Ternyata sampai di situ saja, aku pikir setelah beberapa tahun tidak bertemu, kau akan memberikan kejutan padaku. Ternyata tidak ada bedanya.”(Kuroda). “Aku harus bertahan sedikit lagi, hanya ada satu hal yang bisa aku lakukan sekarang.”(Kira:Dalam Hati). “Kau sudah tau kenapa Kuroda mengincarmu waktu itu?”(Suto). “Itu juga, hal yang ingin aku tau.”(Sena). “Mungkin kau sudah tidak ingat, tapi ini terjadi waktu itu...tepat saat pertarungan terakir Domination State...antara Kira melawan Kuroda...”(Suto). “...”(Sena). “Orang yang telah menolongmu waktu itu, dan menjadi pendorongmu untuk menjadi Hyper sampai saat ini...”(Suto). Kira terlihat mengacungkan Skarb miliknya ke arah Kuroda. Kira perlahan-lahan mengeluarkan cahaya dan seperti ada mantra khusus yang mengelilingi tubuhnya. “!!!”(Kuroda). “Dia adalah Kira.”(Suto). Sebuah bagian akhir dari pertempuran. Kenyataan ini, perlahan menampakkan wajahnya.

Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "WRONG LIFE CHAPTER 1 : 2 Legend"

Posting Komentar