KedatanganRyuto yang mengejutkan. Semua yang ada di sana
terlihat terkejut, terutamaSena. “Ke...kenapa...dia...??”(Sena:Dalam
Hati). Ryuto terlihat mengacungkan
Skarb miliknya kearah
Kira. “Darisetiap orang yang aku temui, kau salah satu tipe orang yang
tidak mudah untukdibaca, sama denganku.”(Kuroda). “Benar begitu, aku
terkesan...”(Ryuto). “Jadikau di pihaknya?”(Kira). Sena yang melihat
itu, mulai terlihat bingung. “Kenapaharus di saat seperti
ini??”(Sena:Dalam Hati). Sena pun berlari ke arah Kira danRyuto.
“Sena!Percuma saja!”(Suto). Baru beberapa langkah, Sena sudah dihentikan
oleh Moku. Namun,dengansigap Sena kembali mundur dan menjaga jarak.
“Kalau begini terus...”(Sena). “Tenangkandirimu, urusan kita adalah
dengan mereka berdua, biarkan yang di sana diatasioleh Kira. “Tapi, Kira
melawan tiga orang sekaligus! Dia tak akanmungkin...”(Sena). “Jadi, kau
tidak percaya padanya?”(Suto). Senaterdiam sejenak. “Bukanitu maksudku.
Hanya saja, melawan tiga orang sekaligusseperti itu, akan mustahil
baginya untuk menang.”(Sena). “Bukankah sudah kubilang,percayakan saja
padanya. Seperti dia percaya pada kitadi sini. Dia memang tidak berniat
untuk menang, tapi dia juga bukan tipe orangyang akan menyerah semudah
itu.”(Suto). “Kau...”(Sena).
Dikejauhan, Hana dan yang lainnya
terlihat cemas dengan keadaan Sena dan yanglainnya. “Tak perlu khawatir,
dia itu kuat...kalian tau itu,kan?”(Kouta). Hana da yang lainnya
terlihat terdiam. “Ah...itubenar...”(Hana:Dalam Hati). Kembali ke
pertarungan. Kira terlihat terjebak olehtiga orang di sekelilingnya.
“Ini memang buruk. Tak ku sangka dia akan datangjuga.”(Kira:Dalam Hati).
Tanpa peringatan, Ryuto tiba-tiba menyerang Sagura danmerobohkannya
dalam sekejap. Kira, bahkan Sena dan Suto yangberada di agak jauh
terlihat terkejut melihatnya. “Jangan salahpaham...”(Ryuto).
Dengan
cepat, Ryuto langsung menyerang Kuroda dengan kekuatan yang dahsyat,
hinggamenimbulkan ledakan yang cukup besar. “Kalau kau memang tidak
maumembunuhnya...setidaknya katakan itu dari awal dan pulanglah, karena
yang akanmembunuhnya...adalah aku...”(Ryuto). Seluruh area itu
terselimuti asap ledakan.“Apa yang dia pikirkan sebenarnya? Bukankah
diaadalah anak buahnya Kuroda?”(Sena:Dalam Hati). “Kurasa, ini akan jadi
lebihrumit dari yang ku kira.”(Kira:Dalam Hati). Sesaat kemudian,
tiba-tiba Ryutomendapat serangan mendadak yang berhasil menembus bahu
kirinya.“Sial!!”(Ryuto:Dalam Hati). Ryuto pun terdorong jauh hingga
jatuh tersungkurdengan luka di bahu kirirnya. “Kau memang hebat, berani
mengambil langkahse-ekstim itu...”(Kuroda). Ternyata serangan itu
berasal dari Moku yangsebelumnya sudah tumbang. “Mustahil! Seharusnya
dia...”(Ryuto:DalamHati). “Tapiaku sudah tidak tertarik
denganmu...”(Kuroda)
Kira dengan satu tebasan, berhasil
menikamMoku hingga kembali tidak bergerak. “Dia bukan lagi manusia...kau
pasti sudahmengetauinya, kan?”(Kira). “Kau...”(Ryuto). Kirapun terlihat
bersiaga. “Dia sekarang sudah tidak akan bisa bergerak lagi, begitu
juga kau.Jadi diamlah di situ.”(Kira). “Hei! Tunggu dulu!”(Ryuto).
Kiraterlihat melangkah mendekati Kuroda. “Terima kasih sebelumnya,
karena kau, aku jadisadar akan sesuatu...”(Kira). “Apa??”(Ryuto:Dalam
Hati). Kira terlihat mengeluarkansesuatu. “Akhirnya kau menggunakannya
juga, aku sudah lelah menunggu.”(Kuroda).“Aku memang belum
sungguh-sungguh sebelumnya, tapi kini akan ku ambil resikoitu.”(Kira).
Dengan cepat Kira menggabungkan sesuatu pada
Skarb miliknya yang kemudian berubah. “
Final Level...Sanctuary.”(Kira).
Seketika seluruh tempat itu terasaseperti diselimuti oleh kekuatan yang
sangat besar. “Heh...ini benar-benarmembuatku gila...”(Kuroda). Dalam
sekejap, Kuroda juga mengeluarkan kekuatanyang mengerikan. “Kali ini,
aku bertarung bukan demi masa lalu, tapi demi masadepan.”(Kira). “Kalau
begitu, cukup kuhancurkan saja...”(Kuroda). Dua kekuatanitu saling
melawan satu sama lain, hingga menimbulkan tekanan padasekelilingnya.
“Apa-apaan ini?”(Sena). “Itulah Kira yang
sebenarnya...”(Suto).“...”(Sena). Tiba-tiba, Moku dan Karasu yang semula
berhadapan sengit denganSena dan Suto langsung berubah jadi debu.
“Kenapa ini? Kenapa mereka?”(Sena).“Bukannya sudah kubilang, mereka itu
bukan lagi manusia, mereka hanya mayathidup.”(Suto). “!!!”(Sena).
“Pertarungan kali ini, adalah penentuan yangterakhir...
Sang Emperor melawan
The Crused.”(Suto). Dua kekuatanlegendaris telah dikobarkan. Penentuan dan akhir dari segalanya.
Pertarungan terakhir antara Kira dengan Kuroda, Sena sampai tidak
mampu mengatakan apa-apa melihat dahsyatnya kekuatan keduanya. “
The Emperor dan
The Crused??”(Sena).
“Ini sudah di luar jangkauan kita, kita tidak akan ada bedanya dengan
anak buah Kuroda tadi jika kita terus berada di dekat mereka yang
sekarang.”(Suto). “Aku sama sekali belum pernah melihat yang seperti
ini, sebenarnya kekuatan macam apa yang mereka punya?”(Sena). Sut
terdiam sejenak. “Mereka sudah bukan lagi
Hyper biasa, mereka
sudah mencapai tingkat yang jauh berbeda...”(Suto). Dengan satu tebasan
yang bersamaan, Kira dan Kuroda membuat ledakan yang sangat besar, dan
sampai mencapai radius sangat jauh. “Ukkkhh...Ini memang tidak
main-main, dengan kekuatan sebesar ini, mereka pasti akan mengahancurkan
tempat ini dalam sekejap.”(Sena:Dalam Hati). “Sebaiknya kau bawa anak
itu juga. Dengan luka seperti itu, tidak akan mungkin baginya untuk
menghindari gelombang yang selanjutnya.”(Suto). Kira dan Kuroda
bertarung dan terbang di udara, mereka mengeluarkan setiap teknik
terbaik mereka. “Sama seperti waktu itu...kau memang satu-satunya orang
yang mampu mengimbangiku.”(Kuroda). “Aku rasa begitu.”(Kira). Mereka
berdua terus bertarung dengan sengit. Sena terlihat mendekati Ryuto.
“Kenapa kau ke sini?”(Sena). “Sudah, jangan banyak tanya!”(Sena). Sena
pun membopong Ryuto menjauh dari tempat itu. Sena pun sampai di tempat
Suto, dan melihat pertarungan Kira dan Kuroda di udara. “Mereka
terbang!”(Sena). Terlihat Suto merobek kain bajunya dan membalut luka di
lengan Ryuto. “Istirahatlah...Kau sudah melakukan hal yang
tepat...”(Suto). “Kenapa?”(Ryuto:Dalam Hati). “Kau tau...kenapa mereka
mendapatkan julukan mereka?”(Suto). “Kenapa?”(Sena).
Suto mulai menceritakan semua pada Sena dan Ryuto. “Kira adalah seorang
Hyper biasa, namun dia punya bakat terpendam yang membuatnya mampu berkembang lebih cepat dari
Hyper rata-rata. Dia juga mampu menguasai berbakai teknik khusus dan dia memiliki
Skarb yang terbilang langka. Dia bahkan pernah dijuluki sebagai “Reinkarnasi
Sang Emperor”, karena kemampuan dan kekuatannya yang menyamai
Sang Emperor.”(Suto). “Lalu, siapa itu
Sang Emperor?”(Sena). “Tidak ada yang tau pasti, tapi yang kebanyakan
Hyper tau, dia adalah seorang
Hyper
terkuat yang telah berulang kali terlibat dalam kejadian penting di
masa lalu.”(Suto). “Begitu rupanya...”(Sena). “Tapi sampai saat ini,
tidak ada yang tau tentang orang itu. Entah itu makam atau petunjuk
apapun sama sekali tidak menyebutkan tentang keberadaanya.”(Suto).
“Seperti hilang ditelan bumi?”(Sena). “Benar, tapi beberapa tahun lalu,
ada sebuah kelompok
Hyper yang mengincar, tipe kekuatan khusus, seperti milik Kira. Mereka telah mengumpulkan para
Hyper
kelas atas sebagai anggota. Dan pemimpinnya adalah Mitzuo
Kuroda...”(Suto). Ryuto terlihat terdiam mendengar cerita Suto. “Jadi,
memang benar ini adalah buntut panjang dari persoalan di masa
lalu?”(Sena). “Ya...dan
Domination State adalah puncak dari
segalanya waktu itu. Sebenarnya, Kuroda melakukan hal itu untuk
melepaskan sebuah kutukan dalam dirinya, namun Kira adalah kunci dari
apa yang dia cari. Kubu kami berperang habis-habisan melawan mereka demi
melindungi semuanya. Kami tau, jika Kuroda berhasil, mungkin hal yang
terjadi akan jadi lebih buruk.”(Suto). “Karena itu, dia mendapat julukan
itu?”(Sena).
Pertarungan antara Kira dan Kuroda terlihat mulai
berat sebelah. Kira sudah terlihat kelelahan dengan banyak luka di
sekujur tubuhnya. “Ini benar-benar lebih berat dari yang
kuduga.”(Kira:Dalam Hati).
“Ternyata sampai di situ saja, aku pikir
setelah beberapa tahun tidak bertemu, kau akan memberikan kejutan
padaku. Ternyata tidak ada bedanya.”(Kuroda). “Aku harus bertahan
sedikit lagi, hanya ada satu hal yang bisa aku lakukan
sekarang.”(Kira:Dalam Hati). “Kau sudah tau kenapa Kuroda mengincarmu
waktu itu?”(Suto). “Itu juga, hal yang ingin aku tau.”(Sena). “Mungkin
kau sudah tidak ingat, tapi ini terjadi waktu itu...tepat saat
pertarungan terakir
Domination State...antara Kira melawan
Kuroda...”(Suto). “...”(Sena). “Orang yang telah menolongmu waktu itu,
dan menjadi pendorongmu untuk menjadi
Hyper sampai saat ini...”(Suto). Kira terlihat mengacungkan
Skarb
miliknya ke arah Kuroda. Kira perlahan-lahan mengeluarkan cahaya dan
seperti ada mantra khusus yang mengelilingi tubuhnya. “!!!”(Kuroda).
“Dia adalah Kira.”(Suto). Sebuah bagian akhir dari pertempuran.
Kenyataan ini, perlahan menampakkan wajahnya.
Belum ada tanggapan untuk "WRONG LIFE CHAPTER 1 : 2 Legend"
Posting Komentar