(One Miracle)Lolongan yang teramat keras menggema keseluruh penjuru arena. Sena terlihat berusahabertahan dari tekanan yang sangat dahsyatitu. "Tidak mungkin...dia..."(Sena:Dalam Hati).Salah satu dari orang misterius sebelumnyaterlihat sangat terkejut. "Wujud itu..."(Unknow 2). Krozen terlihat mengetauisesuatu. "Jadi...dia bisa melakukan hal itu? Inibenar-benar keadaan yang di luar dugaan..."(Krozen:Dalam Hati).
Tekanan tersebutperlahan menghilang. Terlihat Stevan berdiridengan wujud yang berbeda dan sekujurtubuhnya seakan mengeluarkan hawa panas.Sena yang masih terkejut terlihat tidak bisaberkata-kata. Stevan terlihat tersenyum, laluseketika itu juga dia lenyap. "Gawat!"(Sena:Dalam Hati). Baru saja Sena akanmerespon, namun Stevan berhasil menyerangSena jauh lebih cepat dengan mencakar Senahingga terlempar ke udara. "Sena!"(Reo). Reoyang melihat dari ruang tunggu terlihatsangat terkejut.
Sena terlihat bingung denganapa yang terjadi dalam waktu sekejap itu."Apa...yang..."(Sena:Dalam Hati). Stevan tanpaampun langsung menyerang Sena bertubi-tubi di udara dengan cakarnya yang tajam.Reo yang sedari tadi terlihat kesal terlihatakan pergi dari ruang tunggu. "Cih! Kalaubegini..."(Reo:Dalam Hati).Baron yang sedari tadi tertidur, langsungterbangun. "Kau mau ke mana?"(Baron). "Akuingin ke sana! Aku tidak bisa diam saja di sini!"(Reo).
Baron terdiam sejenak. "Kau itu aneh.Di babak-babak sebelumnya bukankah kauyang bilang padanya untuk tidak cerobohhingga membuat dia akan didiskualifikasi,tapi kenapa sekarang kau ingin bertindakbodoh?"(Baron). "Itu sama sekali berbeda!Dia sekarang sedang dalam bahaya! Kalauterus begini, dia bisa..."(Reo). "Mati? Begitu,kan?"(Baron). Reo langsung terdiam sambilmenahan emosi. "Percayalah padanya...walaukemungkinannya kecil, dia pasti menang, kok."(Baron). "Eh?"(Reo).
Reo terlihat bingung."Kenapa kau..."(Reo). "Kau itu percayapadanya, kan? Bagi dia itu sudah lebih dariapapun, sadarilah itu."(Baron). Baron terlihatkembali tidur, sedangkan Reo terlihatmemikirkan sesuatu. "Kenapa malah diam?Berteriaklah yang keras kalau kau memangpercaya padanya."(Baron).
Reo terlihatbingung dengan perkataan Baron, namunakhirnya dia tersenyum. "Kelihatannya akusudah banyak berhutang budi padamu..."(Reo). Baron terlihat tidak menggubris Reo,karena asik tidur. Reo dengan raut wajahsemangat terlihat berlari menuju arena.Di arena, Sena terlihat tergeletak dengansekujur tubuh penuh luka cakaran."Padahal...aku sudah menggunakan seluruhkekuatanku untuk mengantisipasiserangannya, tapi kenapa masih kena? Danterlebih lagi..."(Sena:Dalam Hati).
TerlihatStevan berdiri jauh di hadapan Sena denganwujud manusia serigala berbulu abu-abuterang. "Kelihatannya...kau sudah tidak bisabermain lagi. Maaf, tapi apa aku sudah terlalukeras padamu?"(Stevan). Sena yangmendengarnya terlihat kesal. Fiona denganperasaan tegang terlihat memperhatikanpertarungan itu. "Kalau Sena dengan mudahterpancing emosi, itu justru hanya akanmembuat kondisinya semakin memburuk..."(Fiona).
Azrea yang ada bersama Fiona jugaterlihat terkejut dengan pertarungan itu."Kalau sekuat itu, bagaimana caranya Senabisa menang?"(Azrea). "Entahlah, tapi..."(Fiona). Sena terlihat kembali dalam posisisiaga. "Mungkin dia sekarang hanya bisamenanti keajaiban..."(Fiona). Stevan terlihattersenyum melihat Sena. "Masih bisa bermainrupanya? Baiklah, akan ku kabulkankeinginanmu..."(Stevan). Stevan terlihatmengambil posisi seperti seekor srigala yangsiap menerkam mangsanya.
Sena terlihatkehabisan cara. "Mau sampai kapan kau diamdi situ, dasar bodoh!"(Reo). Terlihat Reoberteriak sangat keras dari pintu masukpenonton di pinggir arena. Sebuahkepercayaan yang tak bisa dilihat, didengar,atau dirasakan, namun telah membentuksebuah tali ikatan yang kuat.To Be Continue...
Belum ada tanggapan untuk "Wrong Life - One Miracle"
Posting Komentar