Beranda · Menu · Menu 1 · Menu 2

Wrong Life - Howl

 
(Howl) Cahaya terang tersebut perlahan mulaimemudar. Terlihat seluruh penontonmenutup mata mereka karena silaunyacahaya sebelumnya. "Apa yang terjadi?"(Penonton 1). Seisi arena terlihat tertutupasap tebal hingga Sena dan Stevan samasekali tidak terlihat. Fiona terlihat berusahauntuk kembali mengamati pertarungan Senadan Stevan. "Apa dia baik-baik saja?"(Fiona).Melven yang berada di sudut lain pinggirarena terlihat terkejut dengan apa yangdilihatnya. "Ini benar-benar dahsyat.Sebenarnya kekuatan macam apa yangdimiliki oleh anak itu?"(Melven:Dalam Hati).Kabut perlahan juga mulai lenyap. 
 
Salah satupenonton terlihat menunjuk ke arah arena."Hei, lihat itu!"(Penonton 2). Seluruhpenonton yang mendengarnya langsungmenoleh ke arah yang ditunjukkan olehpenonton tadi. Salah satu dari orangmisterius sebelumnya, terlihat melihatsesuatu. "Itu..."(Unknow 1). Sebuah bayang-bayang terlihat muncul dari balik kabut diarena. Setelah cukup lama terdiam penuhketegangan menunggu, akhirnya kabut diarena telah menghilang. Seluruh penontonterlihat tercengang dengan apa yang merekalihat. 
 
Terlihat Sena berdiri sambilmenggenggam pedangnya dan diselimutioleh aura kekuatan yang cukup besar,sedangkan Stevan berdiri dengan kondisitangan kiri yang telah terputus hingga bahu.Reo yang melihat dari ruang tunggu pemainterlihat tercengang hingga tidak bisaberkata-kata. "Apakah itu...kekuatan Senayang sebenarnya?"(Reo:Dalam Hati). 
 
Seluruhpenonton dibuat bertanya-tanya dengan apayang terjadi. "Hei, ini nyata, kan?"(Penonton3). "Baru kali ini aku melihat pertarungansehebat ini..."(Penonton 4). Krozen terlihatterkejut dengan perkembangan Sena. "Akumemang mengerti kalau dia itu punyapotensi yang besar, tapi aku benar-benartidak menyangka kalau hasilnya akan sehebatini..."(Krozen:Dalam Hati). Sena terlihat berdiritegap dan memandang ke arah Stevan yangsama sekali tidak bergerak. "Diamemang...telah jauh melampaui...prediksiku..."(Krozen:Dalam Hati). 
 
Sena terlihat kembalimenyarungkan pedangnya. "Kelihatannya,kau tadi sempat menghindar dariseranganku, walau akhirnya tetap kena dankau menahannya dengan tangan kirimu itu..."(Sena). Setelah terdiam cukup lama, Stevantiba-tiba tertawa keras. Sena yang melihatnyamenjadi bingung. "Apa ada yang lucu?"(Sena). "Tidak juga, hanya saja..."(Stevan). Stevantiba-tiba menatap Sena dengan seringai yangsangat menyeramkan dan menusuk. "Akubenar-benar senang...bisa mendapat mangsasebagus dirimu...Sena..."(Stevan). 
 
Sena yangmenyadarinya terlihat terkejut danmerasakan tekanan yang menusuk. "Apa ini?Padahal aku sudah menyerangnya seperti itu,tapi dia masih mampu memberi tekanansekuat ini?"(Sena:Dalam Hati).Stevan terlihat berdiri dengan kondisimembungkuk dan tangan kanan mengayundi depan tubuhnya. "Apa dia benar-benar...manusia?"(Sena:Dalam Hati). Tiba-tiba,bahu kiri Stevan bergerak-gerak. Salah satudari orang misterius sebelumnya, terlihatmengamati perilaku Stevan. "Sepertinya, diaakan melakukan sesuatu?"(Unknow 1)."Tidak..."(Unknow 2). "Eh, kenapa?"(Unknow1). "Dia...baru saja serius..."(Unknow 2).
 
Gerakan bahu kiri Stevan semakin keras,hingga tiba-tiba sebuah tangan aneh yangmemiliki cakar sangat tajam keluar dari bahukirinya, seperti membentuk tangan baru.Sena terlihat terkejut melihatnya. "Tangan?Kenapa bisa?"(Sena:Dalam Hati). Stevan tiba-tiba mengeluarkan aura yang sangat besar.Sedikit demi sedikit, kulit di sekujur tubuhStevan mulai mengelupas. Sena terlihatberusaha bertahan melawan kuatnyatekanan dari Stevan. "Sudah waktunya..."(Stevan). 
 
Stevan memegang wajahnyadengan tangan kirinya. "Untuk berburu!"(Stevan). Stevan mencakar wajahnyadengan kuku-kuku jari tangan kirinya, laluberteriak seperti seekor serigala yangmelolong keras. Sosok asli di balik wajahyang tenang. Jauh di dalamnya, tersimpantaring-taring yang siap mengoyak apa pun.To Be Continue...

Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "Wrong Life - Howl"

Posting Komentar