Sementara itu, jauh di dalam istana kerajaan, telah terjadi sesuatu. “Tuan...”(Unknow). “Aku sudah tau...”(Raja). Terlihat sang raja tengah melihat ke sebuah tugu kecil di hadapannya yang di dalamnya terdapat air. “Jadi, bagaimana tuan?”(Unknow). Terlihat bayangan Sena di pantulan air itu. “Kita akan ubah semua rencana.”(Raja). “Baiklah tuan. Secepatnya akan saya persiapkan semua sesuai keinginan tuan.”(Unknow). Sang raja pun tersenyum kecil. “Ini akan jadi sangat menarik...”(Raja:Dalam Hati). Kembali ke hutan, Sena berhasil menumbangkan monster yang berusaha menyerangnya dari tadi. “Fuuhhh...perlawanannya benar-benar keras juga.”(Sena). Sena pun duduk bersandar di salah satu pohon di dekatnya. “Tapi, kalau diingat lagi...”(Sena:Dalam Hati). Sena sejenak teringat saat dia berburu monster bersama Reo dulu. “Aku sudah berjanji...pasti...”(Sena:Dalam Hati). Sena pun melihat ke arah monster yang sudah tidak berdaya itu. “Kalau dipikir-pikir, mungkin jauh di dalam hutan ini, mungkin masih banyak monster seperti ini atau bahkan lebih kuat.”(Sena). Sena perlahan mendekati monster itu. Monster itu perlahan membuka matanya dan melihat ke arah Sena. “....”(Sena). Sena hanya diam di samping monster itu, sementara monster itu terus memperhatikannya. Dengan lembut, Sena membelai monster itu sambil tersenyum. “Kau itu kuat, ya? Kau pasti sangat ditakuti di hutan ini...”(Sena). Monster itu terlihat tenang saat dibelai Sena. “Hehehehe...mulai sekarang kita berteman, ya?”(Sena).
Tiba-tiba, dari dalam semak-semak terlihat seseorang berjalan dengan terpincang-pincang dan penuh luka disekujur tubuhnya. Sena terlihat penasaran. Orang itu tiba-tiba langsung terjatuh. Sena dengan cepat menghampirinya. “Hei! Hei! Apa yang terjadi denganmu?”(Sena). Orang tersebut ternyata sudah pingsan karena luka yang dialaminya. Malam pun mulai menampakkan diri, Orang tersebut perlahan mulai siuman. “Ah, kau sudah sadar rupanya?”(Sena). “Ini...”(Unknow). “Tenang saja, kita sekarang ada di hutan.”(Sena). Orang tersebut berusaha untuk bangun. “Jangan bergerak dulu, lukamu nanti bisa terbuka lagi. Ya...untung saja lukamu tidak mengenai organ fital, jadi mudah untuk diobati.”(Sena). “Kau siapa? Kenapa kau ada di hutan ini?”(Unknow). “Seharusnya aku yang bertanya begitu. Kenapa kau bisa muncul dengan banyak luka begitu?”(Sena). “Itu...”(Unknow). Orang itu tampak bingung. “Eh, bukankah aku tadi mengenakan...”(Unknow). “Oh itu, karena lukamu cukup banyak, jadi pakaianmu...”(Sena). Tiba-tiba orang tersebut memukul Sena. “Oi! Apa yang kau lakukan?”(Sena). “Dasar genit!”(Unknow). Sena terlihat panik. “Jangan salah paham dulu, sebenarnya yang mengganti pakaianmu itu...”(Sena). Orang itu perlahan mendekati Sena. “Beraninya kau mengintip putri kerajaan! Tidak bisa dimaafkan!”(Unknow). “Putri?”(Sena). Sena pun terkena pukulan yang cukup keras hingga dia terpental cukup jauh. Pertemuan dengan putri misterius, dunia yang mulai menunjukkan keanehannya.
Sena mulai berjalan menyusuri lebatnya hutan. “Memang cukup aneh, jika dilihat dari kondisi hutan ini, tapi apapun itu aku tetap harus maju.”(Sena:Dalam Hati). Sena terus melangkahkan kakinya. Sementara itu, Azrea sudah kembali ke desa. “Kalau memang apa yang dikatakan tuan Krozen benar...”(Azrea:Dalam Hati). Saat Azrea berjalan pulang, dia tiba-tiba dipanggil oleh suara yang tidak asing baginya. “Azrea!”(Unknow). Sontak Azrea menoleh ke arah asal suara itu dan dia tampak terkejut. “!!!”(Azrea). Di langit, Krozen dan Sila sedang terbang kembali menuju pulau. “Kenapa bisa ada anak itu di dunia ini?”(Sila). “Aku juga kurang mengerti, tapi dia bilang dia tidak sengaja sampai ke dunia ini karena ulah seseorang, selain itu dia bilang bahwa di dunia ini, dia mungkin akan mengetaui sesuatu yang selama ini dia cari.”(Krozen). “Begitu ya...tapi kau tentu merasakannya juga...”(Sila). “Tentu saja...anak itu...dia pasti akan mengubah masa depan...”(Krozen). Kembali ke dalam hutan, Sena tampak kebingungan dan kelelahan karena sudah menyusuri seluruh kawasan hutan. “Sudah kuduga, hutan ini pasti bukan hutan biasa.”(Sena). Saat Sena berhenti sejenak untuk istirahat, tiba-tiba seekor monster besar dengan cepat menuju ke arahnya. “!!!”(Sena). Sena pun menghindar dengan cepat. “Hampir saja.”(Sena). Monster itu kembali berusaha menyerang Sena. “Kelihatannya ini akan jadi ajang latihan yang bagus...”(Sena). Sena pun maju mengahadapi monster itu.
Sementara itu, jauh di dalam istana kerajaan, telah terjadi sesuatu. “Tuan...”(Unknow). “Aku sudah tau...”(Raja). Terlihat sang raja tengah melihat ke sebuah tugu kecil di hadapannya yang di dalamnya terdapat air. “Jadi, bagaimana tuan?”(Unknow). Terlihat bayangan Sena di pantulan air itu. “Kita akan ubah semua rencana.”(Raja). “Baiklah tuan. Secepatnya akan saya persiapkan semua sesuai keinginan tuan.”(Unknow). Sang raja pun tersenyum kecil. “Ini akan jadi sangat menarik...”(Raja:Dalam Hati). Kembali ke hutan, Sena berhasil menumbangkan monster yang berusaha menyerangnya dari tadi. “Fuuhhh...perlawanannya benar-benar keras juga.”(Sena). Sena pun duduk bersandar di salah satu pohon di dekatnya. “Tapi, kalau diingat lagi...”(Sena:Dalam Hati). Sena sejenak teringat saat dia berburu monster bersama Reo dulu. “Aku sudah berjanji...pasti...”(Sena:Dalam Hati). Sena pun melihat ke arah monster yang sudah tidak berdaya itu. “Kalau dipikir-pikir, mungkin jauh di dalam hutan ini, mungkin masih banyak monster seperti ini atau bahkan lebih kuat.”(Sena). Sena perlahan mendekati monster itu. Monster itu perlahan membuka matanya dan melihat ke arah Sena. “....”(Sena). Sena hanya diam di samping monster itu, sementara monster itu terus memperhatikannya. Dengan lembut, Sena membelai monster itu sambil tersenyum. “Kau itu kuat, ya? Kau pasti sangat ditakuti di hutan ini...”(Sena). Monster itu terlihat tenang saat dibelai Sena. “Hehehehe...mulai sekarang kita berteman, ya?”(Sena).
Tiba-tiba, dari dalam semak-semak terlihat seseorang berjalan dengan terpincang-pincang dan penuh luka disekujur tubuhnya. Sena terlihat penasaran. Orang itu tiba-tiba langsung terjatuh. Sena dengan cepat menghampirinya. “Hei! Hei! Apa yang terjadi denganmu?”(Sena). Orang tersebut ternyata sudah pingsan karena luka yang dialaminya. Malam pun mulai menampakkan diri, Orang tersebut perlahan mulai siuman. “Ah, kau sudah sadar rupanya?”(Sena). “Ini...”(Unknow). “Tenang saja, kita sekarang ada di hutan.”(Sena). Orang tersebut berusaha untuk bangun. “Jangan bergerak dulu, lukamu nanti bisa terbuka lagi. Ya...untung saja lukamu tidak mengenai organ fital, jadi mudah untuk diobati.”(Sena). “Kau siapa? Kenapa kau ada di hutan ini?”(Unknow). “Seharusnya aku yang bertanya begitu. Kenapa kau bisa muncul dengan banyak luka begitu?”(Sena). “Itu...”(Unknow). Orang itu tampak bingung. “Eh, bukankah aku tadi mengenakan...”(Unknow). “Oh itu, karena lukamu cukup banyak, jadi pakaianmu...”(Sena). Tiba-tiba orang tersebut memukul Sena. “Oi! Apa yang kau lakukan?”(Sena). “Dasar genit!”(Unknow). Sena terlihat panik. “Jangan salah paham dulu, sebenarnya yang mengganti pakaianmu itu...”(Sena). Orang itu perlahan mendekati Sena. “Beraninya kau mengintip putri kerajaan! Tidak bisa dimaafkan!”(Unknow). “Putri?”(Sena). Sena pun terkena pukulan yang cukup keras hingga dia terpental cukup jauh. Pertemuan dengan putri misterius, dunia yang mulai menunjukkan keanehannya.

Belum ada tanggapan untuk "Manga Wrong Life Chapter 11 The Princess and Undead"
Posting Komentar