Sena mulai berjalan menyusuri lebatnya hutan. “Memang cukup aneh,
jika dilihat dari kondisi hutan ini, tapi apapun itu aku tetap harus
maju.”(Sena:Dalam Hati). Sena terus melangkahkan kakinya. Sementara itu,
Azrea sudah kembali ke desa. “Kalau memang apa yang dikatakan tuan
Krozen benar...”(Azrea:Dalam Hati). Saat Azrea berjalan pulang, dia
tiba-tiba dipanggil oleh suara yang tidak asing baginya.
“Azrea!”(Unknow). Sontak Azrea menoleh ke arah asal suara itu dan dia
tampak terkejut. “!!!”(Azrea). Di langit, Krozen dan Sila sedang terbang
kembali menuju pulau. “Kenapa bisa ada anak itu di dunia ini?”(Sila).
“Aku juga kurang mengerti, tapi dia bilang dia tidak sengaja sampai ke
dunia ini karena ulah seseorang, selain itu dia bilang bahwa di dunia
ini, dia mungkin akan mengetaui sesuatu yang selama ini dia
cari.”(Krozen). “Begitu ya...tapi kau tentu merasakannya juga...”(Sila).
“Tentu saja...anak itu...dia pasti akan mengubah masa
depan...”(Krozen). Kembali ke dalam hutan, Sena tampak kebingungan dan
kelelahan karena sudah menyusuri seluruh kawasan hutan. “Sudah kuduga,
hutan ini pasti bukan hutan biasa.”(Sena). Saat Sena berhenti sejenak
untuk istirahat, tiba-tiba seekor monster besar dengan cepat menuju ke
arahnya. “!!!”(Sena). Sena pun menghindar dengan cepat. “Hampir
saja.”(Sena). Monster itu kembali berusaha menyerang Sena. “Kelihatannya
ini akan jadi ajang latihan yang bagus...”(Sena). Sena pun maju
mengahadapi monster itu.

Sementara itu, jauh
di dalam istana kerajaan, telah terjadi sesuatu. “Tuan...”(Unknow).
“Aku sudah tau...”(Raja). Terlihat sang raja tengah melihat ke sebuah
tugu kecil di hadapannya yang di dalamnya terdapat air. “Jadi, bagaimana
tuan?”(Unknow). Terlihat bayangan Sena di pantulan air itu. “Kita akan
ubah semua rencana.”(Raja). “Baiklah tuan. Secepatnya akan saya
persiapkan semua sesuai keinginan tuan.”(Unknow). Sang raja pun
tersenyum kecil. “Ini akan jadi sangat menarik...”(Raja:Dalam Hati).
Kembali ke hutan, Sena berhasil menumbangkan monster yang berusaha
menyerangnya dari tadi. “Fuuhhh...perlawanannya benar-benar keras
juga.”(Sena). Sena pun duduk bersandar di salah satu pohon di dekatnya.
“Tapi, kalau diingat lagi...”(Sena:Dalam Hati). Sena sejenak teringat
saat dia berburu monster bersama Reo dulu. “Aku sudah
berjanji...pasti...”(Sena:Dalam Hati). Sena pun melihat ke arah monster
yang sudah tidak berdaya itu. “Kalau dipikir-pikir, mungkin jauh di
dalam hutan ini, mungkin masih banyak monster seperti ini atau bahkan
lebih kuat.”(Sena). Sena perlahan mendekati monster itu. Monster itu
perlahan membuka matanya dan melihat ke arah Sena. “....”(Sena). Sena
hanya diam di samping monster itu, sementara monster itu terus
memperhatikannya. Dengan lembut, Sena membelai monster itu sambil
tersenyum. “Kau itu kuat, ya? Kau pasti sangat ditakuti di hutan
ini...”(Sena). Monster itu terlihat tenang saat dibelai Sena.
“Hehehehe...mulai sekarang kita berteman, ya?”(Sena).
Tiba-tiba,
dari dalam semak-semak terlihat seseorang berjalan dengan
terpincang-pincang dan penuh luka disekujur tubuhnya. Sena terlihat
penasaran. Orang itu tiba-tiba langsung terjatuh. Sena dengan cepat
menghampirinya. “Hei! Hei! Apa yang terjadi denganmu?”(Sena). Orang
tersebut ternyata sudah pingsan karena luka yang dialaminya. Malam pun
mulai menampakkan diri, Orang tersebut perlahan mulai siuman. “Ah, kau
sudah sadar rupanya?”(Sena). “Ini...”(Unknow). “Tenang saja, kita
sekarang ada di hutan.”(Sena). Orang tersebut berusaha untuk bangun.
“Jangan bergerak dulu, lukamu nanti bisa terbuka lagi. Ya...untung saja
lukamu tidak mengenai organ fital, jadi mudah untuk diobati.”(Sena).
“Kau siapa? Kenapa kau ada di hutan ini?”(Unknow). “Seharusnya aku yang
bertanya begitu. Kenapa kau bisa muncul dengan banyak luka
begitu?”(Sena). “Itu...”(Unknow). Orang itu tampak bingung. “Eh,
bukankah aku tadi mengenakan...”(Unknow). “Oh itu, karena lukamu cukup
banyak, jadi pakaianmu...”(Sena). Tiba-tiba orang tersebut memukul Sena.
“Oi! Apa yang kau lakukan?”(Sena). “Dasar genit!”(Unknow). Sena
terlihat panik. “Jangan salah paham dulu, sebenarnya yang mengganti
pakaianmu itu...”(Sena). Orang itu perlahan mendekati Sena. “Beraninya
kau mengintip putri kerajaan! Tidak bisa dimaafkan!”(Unknow).
“Putri?”(Sena). Sena pun terkena pukulan yang cukup keras hingga dia
terpental cukup jauh. Pertemuan dengan putri misterius, dunia yang mulai
menunjukkan keanehannya.
Sena mulai berjalan menyusuri lebatnya hutan. “Memang cukup aneh,
jika dilihat dari kondisi hutan ini, tapi apapun itu aku tetap harus
maju.”(Sena:Dalam Hati). Sena terus melangkahkan kakinya. Sementara itu,
Azrea sudah kembali ke desa. “Kalau memang apa yang dikatakan tuan
Krozen benar...”(Azrea:Dalam Hati). Saat Azrea berjalan pulang, dia
tiba-tiba dipanggil oleh suara yang tidak asing baginya.
“Azrea!”(Unknow). Sontak Azrea menoleh ke arah asal suara itu dan dia
tampak terkejut. “!!!”(Azrea). Di langit, Krozen dan Sila sedang terbang
kembali menuju pulau. “Kenapa bisa ada anak itu di dunia ini?”(Sila).
“Aku juga kurang mengerti, tapi dia bilang dia tidak sengaja sampai ke
dunia ini karena ulah seseorang, selain itu dia bilang bahwa di dunia
ini, dia mungkin akan mengetaui sesuatu yang selama ini dia
cari.”(Krozen). “Begitu ya...tapi kau tentu merasakannya juga...”(Sila).
“Tentu saja...anak itu...dia pasti akan mengubah masa
depan...”(Krozen). Kembali ke dalam hutan, Sena tampak kebingungan dan
kelelahan karena sudah menyusuri seluruh kawasan hutan. “Sudah kuduga,
hutan ini pasti bukan hutan biasa.”(Sena). Saat Sena berhenti sejenak
untuk istirahat, tiba-tiba seekor monster besar dengan cepat menuju ke
arahnya. “!!!”(Sena). Sena pun menghindar dengan cepat. “Hampir
saja.”(Sena). Monster itu kembali berusaha menyerang Sena. “Kelihatannya
ini akan jadi ajang latihan yang bagus...”(Sena). Sena pun maju
mengahadapi monster itu.
Sementara itu, jauh
di dalam istana kerajaan, telah terjadi sesuatu. “Tuan...”(Unknow).
“Aku sudah tau...”(Raja). Terlihat sang raja tengah melihat ke sebuah
tugu kecil di hadapannya yang di dalamnya terdapat air. “Jadi, bagaimana
tuan?”(Unknow). Terlihat bayangan Sena di pantulan air itu. “Kita akan
ubah semua rencana.”(Raja). “Baiklah tuan. Secepatnya akan saya
persiapkan semua sesuai keinginan tuan.”(Unknow). Sang raja pun
tersenyum kecil. “Ini akan jadi sangat menarik...”(Raja:Dalam Hati).
Kembali ke hutan, Sena berhasil menumbangkan monster yang berusaha
menyerangnya dari tadi. “Fuuhhh...perlawanannya benar-benar keras
juga.”(Sena). Sena pun duduk bersandar di salah satu pohon di dekatnya.
“Tapi, kalau diingat lagi...”(Sena:Dalam Hati). Sena sejenak teringat
saat dia berburu monster bersama Reo dulu. “Aku sudah
berjanji...pasti...”(Sena:Dalam Hati). Sena pun melihat ke arah monster
yang sudah tidak berdaya itu. “Kalau dipikir-pikir, mungkin jauh di
dalam hutan ini, mungkin masih banyak monster seperti ini atau bahkan
lebih kuat.”(Sena). Sena perlahan mendekati monster itu. Monster itu
perlahan membuka matanya dan melihat ke arah Sena. “....”(Sena). Sena
hanya diam di samping monster itu, sementara monster itu terus
memperhatikannya. Dengan lembut, Sena membelai monster itu sambil
tersenyum. “Kau itu kuat, ya? Kau pasti sangat ditakuti di hutan
ini...”(Sena). Monster itu terlihat tenang saat dibelai Sena.
“Hehehehe...mulai sekarang kita berteman, ya?”(Sena).
Tiba-tiba,
dari dalam semak-semak terlihat seseorang berjalan dengan
terpincang-pincang dan penuh luka disekujur tubuhnya. Sena terlihat
penasaran. Orang itu tiba-tiba langsung terjatuh. Sena dengan cepat
menghampirinya. “Hei! Hei! Apa yang terjadi denganmu?”(Sena). Orang
tersebut ternyata sudah pingsan karena luka yang dialaminya. Malam pun
mulai menampakkan diri, Orang tersebut perlahan mulai siuman. “Ah, kau
sudah sadar rupanya?”(Sena). “Ini...”(Unknow). “Tenang saja, kita
sekarang ada di hutan.”(Sena). Orang tersebut berusaha untuk bangun.
“Jangan bergerak dulu, lukamu nanti bisa terbuka lagi. Ya...untung saja
lukamu tidak mengenai organ fital, jadi mudah untuk diobati.”(Sena).
“Kau siapa? Kenapa kau ada di hutan ini?”(Unknow). “Seharusnya aku yang
bertanya begitu. Kenapa kau bisa muncul dengan banyak luka
begitu?”(Sena). “Itu...”(Unknow). Orang itu tampak bingung. “Eh,
bukankah aku tadi mengenakan...”(Unknow). “Oh itu, karena lukamu cukup
banyak, jadi pakaianmu...”(Sena). Tiba-tiba orang tersebut memukul Sena.
“Oi! Apa yang kau lakukan?”(Sena). “Dasar genit!”(Unknow). Sena
terlihat panik. “Jangan salah paham dulu, sebenarnya yang mengganti
pakaianmu itu...”(Sena). Orang itu perlahan mendekati Sena. “Beraninya
kau mengintip putri kerajaan! Tidak bisa dimaafkan!”(Unknow).
“Putri?”(Sena). Sena pun terkena pukulan yang cukup keras hingga dia
terpental cukup jauh. Pertemuan dengan putri misterius, dunia yang mulai
menunjukkan keanehannya.
Artikel keren lainnya:
Belum ada tanggapan untuk "Manga Wrong Life Chapter 11 The Princess and Undead"
Posting Komentar