Beranda · Menu · Menu 1 · Menu 2

Wrong Life - End Of The Beast

 
(End Of The Beast) Seisi arena seakan ingin meledak. Parapenonton hampir terbang terbawadahsyatnya bentrokan yang terjadi antaraSena dengan Stevan. Perlahan, keadaankembali normal. Reo yang semula menutupmata sambil bertahan dari kuatnyagelombang tadi, perlahan mulai membukamatanya. "Sena..."(Reo:Dalam Hati). Seluruhpenonton terlihat mulai membuka mataseperti Reo. Azrea terlihat agak gemetar. "Apaini...sudah selesai?"(Fiona). Fiona yangbersama Azrea terlihat memperhatikan kearah arena. "Semoga saja..."(Azrea). 
 
Kepulanasap di arena perlahan mulai menghilang.Seluruh penonton terlihat tercengang melihatapa yang terjadi. "Oi, ini bohong, kan?"(Penonton 1). "Siapa sebenarnya merekaberdua itu?"(Penonton 2). Ternyata di arena,Sena dan Stevan masih berdiri membelakangisatu sama lain, walau dengan luka yangsangat parah. 
 
Melven yang melihat itu terlihattidak bisa berkata-kata. "Luar biasa...walaudalam kondisi yang sangat ekstrim sepertiitu, anak itu masih mampu mengimbanginyadan bahkan masih mampu berdiri.Sebenarnya, apa yang sudah kau ajarkanpadanya, Krozen?"(Melven:Dalam Hati). Krozenyang berada sisi lain pinggir arena jugamerasakan hal yang sama dengan Melven."Apakah ini...Sena yang sebenarnya?"(Krozen:Dalam Hati).
 
Ketika seluruh penonton terlihat heningkarena tak bisa berkata-kata melihatpertarungan itu, tiba-tiba tubuh Senaperlahan jatuh, sedangkan tubuh Stevanperlahan mulai kembali ke wujud manusia.Reo terlihat terkejut melihat keadaan Sena."Sena!"(Reo). Sena tergeletak seakan sudahmati. Stevan yang semula berdiri juga jatuhterduduk sambil memuntahkan darah segardari mulutnya. "Baru kali ini...ada seseorangyang bisa membuatku mencapai titikbatasku..."(Stevan:Dalam Hati). 
 
Stevanmenoleh ke arah Sena sambil terengah-engah. "Sedikit saja aku menekan bataskusekali lagi...mungkin akulah yang akanberakhir seperti dia..."(Stevan:Dalam Hati).Stevan perlahan berdiri dan mendekati Senayang masih tergeletak. "Tapi...aku akui..."(Stevan:Dalam Hati). Stevan terus berjalanperlahan hingga akhirnya sampai di sampingSena. "Kau benar-benar membuatkubersemangat, hingga ingin membunuhmu..."(Stevan). Salah satu orang misteriussebelumnya terlihat panik melihat perilakuStevan. "Hei, jangan bilang dia akan..."(Unknow 1:Dalam Hati). 
 
Kuku-kuku di jaritangan kanan Stevan mulai berubah menjadicakar yang sangat tajam dan siap untukmenikam Sena.Orang misterius yang satunya terlihat marahmelihatnya. "Hentikan! Ini sudah cukup!"(Unknow 2). Stevan terlihat memandangtubuh Sena dengan tatapan dingin. "Semogakau berhasil, di dunia sana..."(Stevan). Stevanpun melayangkan tangannya ke arah Sena.Suara tikaman terdengar menggema diudara. Cipratan darah terpancar jelas di mataseluruh penonton. "Aku rasa...itu memangkata-kata yang cocok untukmu..."(Unknow).
 
Ternyata Sena lah yang justru menikamStevan dengan pedangnya saat tangan Stevanhampir mengenainya. Stevan dengangemetar melihat wajah Sena. "Tidakmungkin...kau..."(Stevan). Tatapan Senaberubah drastis, seakan-akan bukan dirinyalagi. Krozen terlihat terkejut saat merasakansesuatu. "Perasaan ini...apa mungkin Sena..."(Krozen:Dalam Hati). Salah satu orangmisterius sebelumnya juga terlihat terkejut."Ini sama seperti waktu itu..."(Unknow2:Dalam Hati). 
 
Reo terlihat terdiam sambilmenahan emosi saat merasakannya juga.Seluruh penonton terlihat gemetar, walauhanya merasakan hawa yang samar-samar.Sena perlahan berdiri sambil memengangpedangnya yang masih menancap di tubuhStevan. "Sebuas apa pun seekorhewan...mereka tetap punya ketakutan didalam diri mereka..."(Sena). Pertarungan yangberakhir tegang. Hawa dingin yang sudahlama menghilang, perlahan mulai datangkembali.To Be Continue...

Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "Wrong Life - End Of The Beast"

Posting Komentar