(What Do You Think) - Reo terlihat memperhatikan pertarunganSena dan Stevan dari sebuah layar yang adadi ruang tunggu pemain. Reo terlihatmemperhatikan setiap gerakan Sena danStevan. "Sepertinya temanmu itu kuat juga?"(Baron). Baron yang terlihat agak acuh jugaterlihat memperhatikan pertarungan Senadan Stevan. "Ya...dia itu orangnya memanghebat dan aku percaya itu."(Reo). "Hhhmmm..."(Baron).
Baron terlihat memperhatikan Reo."Apa kau tidak takut?"(Baron). Reo terlihatagak bingung. "Takut? Dengan apa?"(Reo)."Walaupun aku agak bosan, tapi jujur akutidak mau kalah di event ini..."(Baron). "Jadi,yang kau maksud itu, takut denganmu?"(Reo). "Tidak, tapi aku tau kau itu juga kuat.
Danjika seandainya sesuatu itu akhirnya terjadi,apa kau benar-benar siap?"(Baron). Reomulai memikirkan sesuatu. "Sebenarnya...apayang kau maksud?"(Reo). Di arena, Sena danStevan terus menerus melancarkan serangan.Sena terlihat mengamati pergerakan Stevan."Dia tidak terlalu cepat, bahkan cenderungsantai.
Namun, kelihatannya refleksnya cukupbagus dan pertahanannya sangat sempurna..."(Sena:Dalam Hati). Sena terlihat agakmengendurkan tempo serangannya. Di pihaklain, Stevan juga terlihat menyadari siasatSena. "Kalau kau pikir pengamatanmu itusudah akurat, itu artinya cara pandangmumasih terlalu sempit."(Stevan).Sena terlihat agak emosi. "Apa katamu?"(Sena).
Sena dan Stevan terlihat berhentimenyerang dan saling menjaga jarak. "Kautau...bagaimana caranya aku bisa membunuhorang sebanyak itu?"(Stevan). Sena sontakterkejut dan kembali teringat dengan ceritaPutri Alice dulu. "Kau..."(Sena). Salah satu dariorang misterius sebelumnya terlihatmerasakan sesuatu. "Perasaan ini...janganbilang..."(Unknow 2:Dalam Hati). "Kau kenapa?"(Unknow 1). "Rasanya...aku merasakansesuatu yang kurang baik..."(Unknow 2).
Melven juga terlihat merasakan hal yangsama. "Ini akan jauh lebih buruk dari yangaku bayangkan. Apa anak itu sanggupmengatasinya?"(Melven). Krozen, Fiona, danAzrea yang berada di sisi arena yangberbeda-beda hanya terdiam, namun jugaterlihat merasakannya. Kembali ke ruangtunggu pemain, Reo masih terlihat bingungdengan apa yang dikatakan Baron. "Aku tauapa yang kau pikirkan, dan aku sangat taubesar kemungkinan apa yang akan terjadinanti...jadi..."(Baron).
Reo terlihat bingung."Orang ini...sebenarnya dia ini siapa? Kenapadia bisa..."(Reo:Dalam Hati). "Apa kausanggup...untuk membunuh temanmu itu?"(Baron). Reo terlihat sangat terkejutsekaligus semakin bertambah bingung. "Apa?Kenapa juga aku harus membunuhnya?"(Reo).Baron terdiam sejenak. "Aku tidak bilang ituakan terjadi seratus persen...tapikemungkinan terjadinya juga tidaksepenuhnya nol..."(Baron). Reo terlihatmemperhatikan Baron. "Kau ini...sebenarnyasiapa?"(Reo). "Aku...bukan siapa-siapa..."(Baron).
Baron terlihat menyandarkanbadannya yang besar ke dinding, lalumenutup mata. "Aku hanya seseorang yangmembenci kekalahan...hanya itu..."(Baron).Reo hanya terdiam melihat perilaku Baronyang aneh. "Oh ya, nanti kalau sudahwaktunya main, tolong bangunkan aku, ya?"(Baron). Reo terlihat memikirkan sesuatu.Kembali ke arena, aura terasa mulai berubahsecara perlahan. Sena terlihat merasakantekanan yang tidak biasa dari Stevan."Kenapa ini? Rasanya seperti berbalik seratusdelapan puluh derajat dari yang sebelumnya..."(Sena:Dalam Hati). "Akan kutunjukkankhusus pada kalian semua..."(Stevan).
Stevanterlihat menutupi wajah sebelah kanannyadengan tangan kanannya. "Bagaimanaseekor serigala menghabisi mangsanya dikegelapan malam..."(Stevan). Seringai yangtajam terpancar jelas dari wajah Stevan.Dalam aura yang tajam, dia terlihat berbeda.Seekor serigala yang lapar sedang mengincarmangsanya.To Be Continue...

Belum ada tanggapan untuk "Wrong Life - What Do You Think"
Posting Komentar