Beranda · Menu · Menu 1 · Menu 2

Final Stage - Make An Opponent

(Final Stage)

Di kerajaan utama. Terlihat Ketua Panitia sedang berjalan mendekati seseorang. “Selamat datang...”(Ketua Panitia). Ternyata yang datang adalah Stevan dan Baron. “Jadi...baru kami berdua yang datang?”(Baron). “Ku rasa begitu.”(Stevan). “Tidak masalah...masih banyak waktu sebelum dimulai. Sebaiknya kalian berdua juga bersiap-siap sambil menunggu dua yang lainnya.”(Ketua Panitia). Stevan terlihat tersenyum. “Semakin lama...akan semakin menarik...aku sangat ingin sekali menghancurkannya.”(Stevan). Di sekitar kerajaan, terlihat banyak orang sudah berdatangan untuk melihat babak terakhir. Di antaranya, terdapat beberapa peserta yang sudah gugur di babak sebelumnya. “Kira-kira...seperti apa ya, babak terakhir nanti?”(Orang 1). “Entahlah...tapi karena ini adalah babak terakhir, maka yang jelas, ini bukanlah sesuatu yang main-main. Ini adalah babak penentuan bagi siapa yang terbaik di antara yang terbaik di dunia ini.”(Orang 2). “Ya...aku juga setuju dengan itu.”(Orang 3). Terlihat Sena dan Reo baru saja sampai di kerajaan utama. “Untung saja tepat waktu.”(Sena). “Kelihatannya kau sudah mulai terbiasa dengan kendaraan ini, Sena?”(Reo). “Ya...walau masih agak pusing, tetap harus dipaksa, kan? Lagipula kita tidak boleh melewatkan babak ini.”(Sena). “Ya...kau benar.”(Reo).



Ruka yang mengantarkan Sena dan Reo, terlihat akan pergi. “Kalau begitu aku akan menonton kalian nanti, jadi jangan sampai mengecewakan, ya.”(Ruka). “Tentu saja, paman.”(Sena). “Terima kasih atas tumpangannya, paman.”(Reo). “Ya, kalian berdua berjuanglah sekuat tenaga.”(Ruka). “Baik!”(Sena & Reo). Ruka pun terlihat pergi dan Sena serta Reo langsung berjalan menuju tempat pertemuan. “Ayo pergi!”(Reo). “Ya!”(Sena). Setelah berjalan agak lama, akhirnya Sena dan Reo terlihat sampai di tempat pertemuan. Terlihat Stevan dan Baron sedang berdiri di depan Sena dan Reo. “Sudah saatnya...”(Stevan). “Ya...aku juga...”(Sena). “Walau bosan...tapi aku akan tetap menghancurkan kalian semua.”(Baron). “Itulah yang ingin kami katakan.”(Reo). Terlihat Ketua Panitia kembali menemui Sena dan yang lainnya. “Oke, karena semua sudah siap...kita akan mulai babak terakhirnya sekarang. Semuanya ikut denganku.”(Ketua Panitia). Sena dan yang lainnya terlihat berjalan mengikuti Ketua Panitia. Dengan ekspresi serius, mereka berjalan dengan penuh tekad. Ketua Panitia terlihat menuju ke sebuah lorong yang cukup besar. “Di ujung lorong inilah...kalian berempat akan menentukan nasib kalian di babak penentuan ini, jadi persiapkan diri kalian baik-baik.”(Ketua Panitia). Terlihat seberkas cahaya muncul di ujung lorong.

Dengan penuh semangat, Sena terlihat memantapkan hatinya. “Ini dia...penentuannya...”(Sena:Dalam Hati). Sena dan yang lainnya perlahan melangkahkan kaki menembus cahaya itu. “Kita sudah sampai...”(Ketua Panitia). Sena dan yang lainnya akhirnya sampai di sebuah arena yang sangat besar. “Ini...”(Reo). “Besar sekali...”(Sena). Sena dan Reo terlihat takjub melihat para penonton yang sudah berkumpul di pinggir arena. Ketua Panitia terlihat berdiri di sebuah panggung di tengah arena dan menyambut para penonton. “Para penonton semua...selamat datang di babak terakhir event yang akan dilaksanakan sebentar lagi...”(Ketua Panitia). Sena terlihat bersemangat. “Boleh juga...”(Sena:Dalam Hati). Dari seratus peserta yang telah melewati tiga babak sampai sekarang, hanya ke empat peserta inilah yang berhasil sampai di babak penetuan ini...dan inilah mereka...”(Ketua Panitia). Baron terlihat maju ke atas panggung. “Sang raksasa yang dijuluki Monster Zombie...Baron Jakhavis!”(Ketua Panitia). Stevan terlihat ikut maju ke atas panggung. “Sang srigala lapar dari utara...Stevan Rogue!”(Ketua Panitia). Sena terlihat memperhatikan Stevan. “Baik, sekarang giliranku.”(Reo). “Semoga berhasil...”(Sena). Reo pun maju ke atas panggung. “Salah satu dari dua pemula yang berhasil menempuh babak ini...Reo Lachcriel!”(Ketua Panitia). Terlihat Azrea baru saja datang dan langsung melihat ke arah Reo di panggung. “Kakak...”(Azrea:Dalam Hati). “Dan inilah peserta terakhir...”(Ketua Panitia). Terlihat Sena maju ke atas panggung. “Miyazaki Sena!”(Ketua Panitia). Akhir yang telah dimulai. Menuju panggung tertinggi di tengah meriahnya sorak-sorai ini.

(Make An Opponent)

Semua penonton terlihat berteriak penuh antusias. Di antara banyaknya penonton, terlihat Fiona sedang memperhatikan Sena dan yang lainnya sambil mencari tempat duduk. “Apa pun yang kau lakukan...”(Fiona:Dalam Hati). Fiona teringat dengan apa yang sebelumnya dia bicarakan dengan Reo. “Percayalah pada kata hatimu...Reo.”(Fiona:Dalam Hati). Selain Fiona, terlihat juga Krozen dan Melven yang sedang duduk membaur dengan penonton. Sementara itu. Di luar arena, terlihat dua orang misterius sedang berjalan menuju arena. “Apa kau yakin tidak apa-apa?”(Unknow 1). “Apa pun yang terjadi...aku harus ada untuk mendukung mereka.”(Unknow 2). “Tapi, bagaimana kalau ketauan?”(Unknow 1). “Tenang saja...kelak semua orang juga akan tau...”(Unknow 2). “Hhhheee...”(Unknow 1). Kedua orang itu pun masuk melewati gerbang masuk utama. Kembali ke arena. Ketua Panitia mulai menjelaskan peraturannya. “Untuk babak keempat sekaligus terakhir ini...akan dilakukan pertarungan satu lawan satu sesuai dengan undian nanti. Pertarungannya bebas tanpa batas waktu. Siapa pun yang tumbang, dialah yang kalah.”(Ketua Panitia).

Melven terlihat mulai mengerti dengan aturan babak keempat. “Satu lawan satu, ya? Memang tidak terlalu mengejutkan saat melihat mereka berempat, tapi...”(Melven:Dalam Hati). Krozen terlihat memperhatikan Ketua Panitia. “Apa yang sebenarnya ingin dilakukannya?”(Krozen:Dalam Hati). Azrea yang berada di tengah kerumunan penonton terlihat menatap ke arah arena dengan penuh gelisah, namun tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya. “Kau datang juga, ya?”(Unknow). Ternyata orang yang menghampiri Azrea adalah Fiona. “Kak Fiona...”(Azrea). Fiona terlihat memperhatikan Reo. “Kakakmu itu memang dari dulu sangat kuat, ya?”(Fiona). Azrea terdiam sejenak. “Ya...”(Azrea). “Bahkan, saat dia tau kenyataannya...”(Fiona). Azrea sontak terkejut mendengar perkataan Fiona. Di tempat lain, dua orang misterius sebelumnya, terlihat baru saja sampai di pinggir arena. “Wah! Banyak sekali penontonnya.”(Unknow 1). Salah satu dari dua orang itu terlihat memperhatikan Sena. “Sena...”(Unknow 2). Dari dalam arena, terlihat empat buah hologram besar muncul dan menghadap ke para penonton. “Untuk mempersingkat waktu, akan kami mulai pengundiannya.”(Ketua Panitia). Secara perlahan, empat buah tombol muncul di hadapan Sena dan yang lainnya. “Ketika kuberi aba-aba, tekan tombol itu, lalu nanti nomor undian kalian berempat akan muncul.”(Ketua Panitia).

Sena terlihat agak tegang. “Baiklah...”(Sena:Dalam Hati). Sena dan yang lainnya perlahan meletakkan tangan mereka di atas tombol masing-masing dan siap untuk menekan. “Dengan ini akan di tentukan...”(Reo:Dalam Hati). “Takdir kami!”(Sena & Reo:Dalam Hati). “Mulai!”(Ketua Panitia). Dengan satu aba-aba, Sena dan yang lainnya menekan tombol masing-masing secara bersamaan. Terlihat gambar di keempat hologram sedang mengacak undian. Dengan penuh harap, Sena dan Reo memperhatikan apa yang akan terjadi. Gambar hologram pun akhirnya berhenti. Sena dan Reo terlihat terkejut, sedangkan Stevan terlihat tersenyum. “Ini dia! Hasil undian adalah...”(Ketua Panitia). Sena terlihat menatap ke arah Stevan. “Pertarungan pertama, yaitu antara Miyazaki Sena melawan Stevan Rogue, dan...”(Ketua Panitia). Reo terlihat menatap ke arah Baron. “Pertarungan kedua, yaitu antara Reo Larchcriel melawan Baron Jakhavis!”(Ketua Panitia). Para penonton langsung meledak dengan penuh sorak-sorai saat mengetaui hasil undiannya. Krozen terlihat mengetaui sesuatu. “Bukankah...orang itu...”(Krozen:Dalam Hati). Salah satu dari orang misterius tadi terlihat terkejut. “Apa mungkin...”(Unknow 2). Penentuan dengan saling berhadapan. Apa yang mereka harapkan akhirnya terwujud.

Artikel keren lainnya:

Belum ada tanggapan untuk "Final Stage - Make An Opponent"

Posting Komentar